
Chef Bobon Santoso menyebutkan dua kalimat syahadat pada tanggal 10 Maret kemarin. Saat itu ia didampingi oleh Ustaz Derry Sulaiman.
Meski demikian, Bobon terlihat tetap kebingungan tentang keputusan yang telah dibuatnya. Walaupun dia sudah lama mengenali serta memahami agama Islam, pada kenyataannya ia tak memiliki niatan untuk menjadi mualaf saat itu.
“Becak Muhammad”, sebut Bobon Santoso ketika tampil sebagai pembicara dalam video YouTube milik Denny Sumargo, mengatakan bahwa memasuki agama Islam atau menyebut shahada tidak termasuk dalam perencananya.
Tujuan awal Bobon waktu itu adalah bekerja sama dengan Ustaz Derry dalam pembuatan video memasak selama bulan Ramadhan. Makanan yang dimasak kemudian didistribusikan kepada publik guna membuka puasa.

“Terdapat adegan di mana kita menyalimi seekor kambing. Menurut penjelasan Ustaz Derry, penyembelihan tersebut dilarang bagi yang bukan Muslim,” jelas Bobon.
“Caranya adalah melalui sembelihan orang yang telah bersyahadat,” ujar Ustaz Felix Siauw.
Selanjutnya, ketika proses memasak sedang berlangsung, tiba-tiba Bobon bertanya tentang waktu dia menyatakan diri sebagai mualaf. Dia menjelaskan bahwa dia akan menjadi mualaf apabila diberikan petunjuk suci. Apabila pada saat yang sama petunjuk tersebut turun padanya, maka dengan senang hati dia bersedia untuk menjadi Muslim.
Menanggapi jawaban Bobon, Ustadz Derry segera menawarkan tangannya sambil meminta Bobon untuk bersyahadat. Dia pun mendidik Bobon tentang cara berwudu dan mengulangi ritual syahadat sekali lagi di dalam mesjid.
“Ada syahadat dalam dua tempat berbeda. Sebab maksud kami ingin memasak, maka tidak dilakukan persiapan apa-apa. Saat itu terbesit di pikiranku bahwa mungkin niat Ustaz Derry agar videonya unik dan bermanfaat untuk memberikan pendidikan (bukan menjadi orang yang baru bertobat),” ungkapnya.
“Tetapi saya tidak menghukum Ustaz Derry,” tambah Bobon.
Bobon Santoso Masih Kurang Dari 100% Pasti Akan Menjadi Mualaf
Pada kesempatan itu, Ustaz Felix Siauw menyatakan bahwa hanya karena seseorang telah mengucapkan kalimat syahadat belum tentu membuatnya menjadi Muslim.
Kalimat tersebut sebenarnya tak memiliki arti apapun. Ini adalah kata sandi, tetapi perlu diucapkan secara verbal.
awareness
“Atau kepercayaan dari hati yang seimbang dengan perkataan tersebut,” jelas Felix.
Saya juga bertanya kepada Bobon, bagaimana pendapat Bobon? Dia menjawab dengan luar biasa, ‘Jalannya menuju petunjuk ilahi bagi Bobon mungkin harus sangat istimewa,’ tambahnya.
Di sisi lain, laki-laki berumur 37 tahun itu menyatakan masih belum begitu percaya dengan keputusan yang diambil.
“Bila disebut dalam persenan, tidak mencapai seratus persen, niat kami pada mulanya adalah untuk berkulineran, namun setelah kembali menjadi orang yang baru saja mengenal agama dengan intensif. Memang hal ini tak mudah dilakukan. Ketika tiba di tempat kerja saat itu, saya bertanya sendiri, ‘Apakah ini hanya imajinasi belaka?’” katanya.
Meskipun begitu, Bobon telah menyampaikan minatnya untuk bergabung dengan agama Islam kepada istrinya serta tim-nya. Kini, dia ingin mendapatkan kesempatan lebih lama untuk menelaah tentang Islam.
“Saya lebih suka diberi kesempatan tambahan untuk berlatih, serta doanya agar tetap konsisten, tidak hanya dengan ucapan,” tegasnya.
