Erick Thohir: Kemungkinan Menang Melawan Jepang Tidak Mustahil

Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, berbicara tentang kemungkinan tim nasional Indonesia meraih kemenangan di grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, tidak mustahil untuk memenangkan pertandingan bahkan saat bertandang ke markas Jepang.

Tim nasional sepak bola Indonesia bakal menghadapi dua laga bulan depan. Pasukan besutan Patrick Kluivert ini akan berjumpa dengan timnas China di Stadion GBK pada tanggal 5 Juni, kemudian menuju ke tanah rumah lawannya yakni Jepang untuk bertarung pada 10 Juni nanti.

Pada saat ini, tim nasional sepak bola Indonesia menempati peringkat ke empat dalam grup C dengan total sembilan poin. Sementara itu, Bahrain dan China menduduki urutan keempat dan kelima secara berturut-turut, masing-masing memiliki enam poin.

Saat ini, Arab Saudi berada di posisi ketiga dengan mengumpulkan 10 poin, disusul oleh Australia yang menempati rangking kedua dengan total 13 poin, serta Jepang menduduki posisi teratas dengan skor 20 poin. Tim yang berada di peringkat pertama dan kedua secara langsung akan memastikan tempat mereka menuju Piala Dunia, sedangkan tim di peringkat tiga dan empat harus tetap bertarung pada babak selanjutnya atau Round 4.

“Pertandingan selanjutnya menghadapi China dan Jepang akan menjadi tantangan berat. Kami setidaknya harus meraih tiga poin, tergantung pada hasil pertandingan tim lain, agar dapat menempati posisi ketiga atau keempat dan maju ke babak empat,” ujar Erick Thohir, Kamis (27/3).


Jika ingin sukses secara langsung, kedua pertandingannya harus dimenangkan. Namun, saya tidak yakin tentang melawan Jepang, tetapi bisa jadi kita akan memenangi laga tersebut. Semuanya masih mungkin terjadi, dalam sepak bola segalanya memiliki peluang 50:50,” tambahnya.

Saat ini terdapat laporan bahwa PSSI berencana menambahkan seorang pemain naturalisasi baru ke dalam skuad Timnas Indonesia, yaitu Miliano Jonathans. Mengenai informasi itu, Erick Thohir belum dapat memberikan komentar yang detail.

Tetapi, dia mengonfirmasi bahwa para pesepak bola yang dipilih untuk Tim Nasional Indonesia merupakan atlet-atlet terunggul. Dia tidak berkeinginan adanya pemain yang hanya mendapat keistimewaan dalam tim ‘Garuda’.

“Saya belum dapat memberikan komentar mengenai naturalisasi Miliano karena proses tersebut masih berlangsung. Selain itu, saya pun tidak bisa membicarakan tentang siapa saja pemain yang akan dipilih maupun ditolak, hal ini menjadi kewenangan dari masing-masing resmi dalam tim pelatih,” jelas Erick.

Namun, yang pasti saya tidak ingin adanya pemain titipan dalam tim nasional karena hal tersebut dapat menghancurkan sistem pengembangan secara nasional,” terangnya.