Houthis Serang Pangkalan Militer Israel dengan Rudal, Moskow Klaim Sistem Anti-Rudal Sukses Menghalau Serangan

Kelompok Houthi di Yaman telah melepaskan misil menuju Israel. Spokesperson mereka menyebut bahwa serangan yang dilancarkan dengan menggunakan jenis rudal balistik hipersonic Palestina 2 ini bertujuan untuk mengenai pangkalan udara Nevatim di Israel.

Front Internal Israel membenarkan terjadinya serangan roket yang berasal dari Yaman. Serangan itu menyebabkan siren peringatan bom di Beersheba serta wilayah Gurun Negev bagian tertentu ikut berbunyi.

Walaupun demikian, serangan tersebut dapat dihindarkan. Rudal yang ditembakkan dari Yemen telah dicegat oleh Pasukan Udara Israel sebelum melewati wilayah Israel, seperti disampaikan dalam pernyataan militer Israel yang dikutip dari sumber tersebut.

AFP

, Rabu (19/3).

Serangan oleh kelompok Houthi adalah yang pertama sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Aksi mereka terjadi setelah Israel melakukan serangan lagi ke Gaza pada 18 Maret (Selasa), di mana hal ini menyebabkan ratusan korban tewas.

Houthi mencela serangan yang dilancarkan Israel. Mereka menegaskan solidaritas dengan Palestina dan berencana untuk menargetkan kapal-kapal milik Israel di Laut Merah.

“Penduduk Palestina tidak akan dibiarkan sendiri dalam perjuangan ini, dan Yaman akan terus memberikan dukungan dan bantuan mereka, serta memperkuat tindakan-tindakan konfrontasinya,” ungkap Majelis Politik Tertinggi Houthi.