Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Mendiktipen) Brian Yuliarto menyebut bahwa para mahasiswa yang telah lolos seleksi berbasis prestasi nasional disebut sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (
SNBP
Harus dilakukan untuk mengejar proses penerimaan mahasiswa baru di institusi pendidikan tinggi tersebut. Sebab, lanjutnya, para pelamar yang tidak mengikuti seleksi ini akan menghadapi dampak negatif.
“Saya ulangi sekali lagi, mari kita memberi ucapan selamat kepada semua pihak terkait, dan setelah itu kami ingin menegaskan bahwa bagi para peserta, sebab proses seleksinya didasarkan atas prestasi, mereka yang lolos harus ambil bagian dalam peluang ini,” ungkap Brian saat Konferensi Pers Pengumuman SNBP 2025 yang digelar di Gedung Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2025.
Brian menyebutkan bahwa peserta didik yang melewatkan peluang dalam SNBP meski sudah dinyatakan lolos, dengan demikian secara otomatis bakal gagal untuk mendaftar di SNBT serta uji mandiri. Karenanya, ia berkeinginan agar para murid tidak meremehkan kesempatan tersebut.
“Jadi, jika suatu saat ada pertanyaan harap jelaskan dengan detail agar mereka yang sudah terdaftar melalui SNBP tidak dapat mendaftar lagi untuk SNBT atau secara independen. Oleh karena itu, manfaatkanlah peluang emas ini,” kata Brian.
Dia menyebutkan bahwa angka kelolosan SNBP cukup tinggi. Sebab, menurut perkiraannya, di antara lima peserta didik potensial, cuma satu orang saja yang akan diterima lewat program tersebut. Brian pun menganjurkan kepada para siswa untuk bersiap-siap dalam menghadapai kehidupan perguruan tinggi setelah mereka lolos.
“Sekali lagi, ini merupakan prestasi luar biasa sehingga harap dimaksimalkan oleh para adik-adik yang telah terpilih menjadi peserta atau diputuskan untuk masuk ke PTN melalui hasil SNBP tersebut. Namun demikian, perlu diingat bahwa ini baru permulaan dan tidak boleh diartikan sebagai capaian akhir sebab nantinya kalian akan menghadapi beban belajar yang bahkan melebihi masa SMA,” kata Brian dengan tegas.
Sebaliknya, ia juga menyarankan kepada para siswa yang tidak lolos untuk tidak putus asa dan mencari alternatif lain. Menurut Brian, ada banyak kesempatan di jalur-jalur masuk sekolah lain dengan kapasitas tempat yang cukup luas, sehingga bisa menjadi pilihan.
Bagi mereka yang belum berhasil, namun tetap yakin bahwa masih terdapat pilihan-pilihan lainnya, masih tersedia rute-rute alternatif, contohnya adalah SNBT sebesar 40% tersebut serta mandiri dengan persentase antara 30%-60%. Dia menjelaskan demikian.
“Dengan disahkannya hasil SNBT ini, kami harap hal tersebut dapat memulai perjalanan bagi seluruh adik-adik sekalian dan semoga bisa memberi inspirasi kepada generasi junior agar tetap giat dalam menuntut ilmu hingga mampu melanjutkan kuliah di perguruan tinggi idaman. Lagi pula, jika saat ini belum berhasil, masih tersedia beberapa jalur alternatif lainnya, serta ada juga institusi pendidikan diluar Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki standar mutu tak kalah bagus,” imbuhnya.
Berikut adalah pengumuman dari Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 tentang hasilSeleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025 yang dirilis pada hari Selasa tanggal 18 Maret 2025 jam 15:00 Waktu Indonesia Bagian Barat.
Ketua Umum Tim Pengawas SNPMB Tahun 2025, Eduart Wolok, menyebut bahwa terdapat total 173.028 pelajar yang berhasil lolos dalamSeleksi Jalur SNBP tahun 2025 melalui Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Bidang Ilmu Sederhana dan PTN Spesialis Teknik. Angka tersebut mencakup semua penerima kelulusan dari kedua jalur pendidikan tinggi tersebut.
