Angkot 106 Parung Bogor Tetap Jadi Pilihan, Lintasi 3 Provinsi dan 5 Kecamatan

Transportasi Umum Masih Jadi Pilihan Utama di Kecamatan Parung

Di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, transportasi umum masih menjadi pilihan utama bagi warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu moda transportasi yang sering digunakan adalah angkutan kota atau angkot. Angkot ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berhemat dalam bertransportasi.

Fikar, seorang warga Kemang Bogor, memilih menggunakan angkot D106 jurusan Parung – Lebak Bulus karena harganya terjangkau. Ia mengaku bekerja sebagai tukang bangunan dan sering melakukan pekerjaan di wilayah Ciputat. “Saya tidak punya pilihan selain berhemat. Naik ojek online harganya lumayan,” ujarnya.

Read More

Dari Kemang, Fikar terlebih dahulu naik angkot 06 jurusan Parung – Bogor. Ia mengatakan bahwa dari simpang dekat Bomang, ia naik angkot 06 lalu turun di dekat pasar Parung. “Angkot 106 ngetemnya di bawah pohon besar,” jelasnya.

Perjalanan satu kali ke Ciputat membutuhkan biaya sebesar Rp 10 ribu. “Tarif angkot 106 itu Rp 10 ribu. Kalau jarak pendek bisa lebih murah, sekitar Rp 5 ribu. Tapi kalau sedang sepi, kita harus sabar menunggu sopir mencari penumpang,” tambahnya.

Meskipun memiliki kekurangan seperti antrian dan waktu tempuh yang lebih lama, angkot 106 Parung tetap menjadi salah satu angkot dengan rute perjalanan terjauh. Rute ini melintasi beberapa wilayah administratif yang cukup luas.

Rute Angkot 106 yang Melintasi Banyak Wilayah

Rute angkot 106 melintasi empat kabupaten/kota, lima kecamatan, dan tiga provinsi. Di antaranya adalah:

  • Kabupaten/Kota:
  • Parung (Kabupaten Bogor)
  • Bojongsari (Kota Depok)
  • Pondok Cabe
  • Ciputat (Tangerang Selatan)
  • Pasar Jumat
  • Lebak Bulus (DKI Jakarta, Jakarta Selatan)

  • Kecamatan:

  • Parung
  • Bojongsari
  • Sawangan
  • Pamulang
  • Lebak Bulus

  • Provinsi:

  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Banten

Dengan rute yang begitu panjang, angkot 106 menjadi salah satu moda transportasi yang sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. Meski ada tantangan dalam pengoperasiannya, angkot ini tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang karena biaya yang terjangkau dan aksesibilitas yang baik.

Selain itu, angkot 106 juga menjadi sarana penting untuk menghubungkan berbagai daerah yang berbeda dalam satu sistem transportasi. Bagi mereka yang tinggal di wilayah-wilayah yang dilalui oleh angkot ini, angkot 106 menjadi jembatan untuk mencapai tujuan yang lebih jauh tanpa perlu beralih ke kendaraan lain.

Meski ada kekhawatiran tentang kondisi angkot yang kadang tidak terlalu nyaman, masyarakat tetap memilih angkot karena faktor ekonomi dan keterbatasan opsi transportasi. Dengan adanya angkot 106, masyarakat dapat bergerak dengan lebih efisien meskipun harus menunggu atau berdesak-desakan.