SudutBogor– Program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) sering dipilih oleh beberapa keluarga. Banyak alasan yang mendorong pelaksanaan program ini, seperti masalah kesuburan, sperma yang tidak kuat, hingga ketidakseimbangan hormon.
Ternyata, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kondisi kesehatan wanita. Namun, bisa juga dipengaruhi oleh pihak laki-laki.
Hal ini disampaikan oleh ahli andrologi, dr. Androniko Setiawan dalam diskusi “Personalized Paths to Parenthood” yang diadakan oleh Benih IVF Center dari Brawijaya Hospital di Jakarta pada Sabtu (3/8).
Ia menekankan bahwa peran laki-laki dalam proses IVF setara dengan perempuan. Bahkan, gaya hidup sehat dari calon ayah untuk menjaga kualitas sperma juga menjadi hal yang penting dalam keberhasilan pembuahan.
“Kadang-kadang perempuan menjadi fokus utama saat menjalani IVF, padahal laki-laki berkontribusi 50 persen terhadap keberhasilannya. Kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup,” ujar dr. Androniko.
Bahkan, kebiasaan negatif yang sering dilakukan, seperti merokok hingga mengonsumsi minuman beralkohol, dapat mengurangi kualitas sperma. Ia juga menyarankan agar dilakukan pemeriksaan bersama atau pemeriksaan pasangan selama persiapan IVF.
Melalui pemeriksaan ini, akan diperoleh penilaian menyeluruh mengenai kesehatan reproduksi kedua pasangan, baik laki-laki maupun perempuan. Akibatnya, tindakan yang sesuai dapat dilakukan sejak awal.
Pemeriksaan mandiri dimulai dengan pemeriksaan sperma menggunakan mikroskop untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, dan kemampuan bergerak sperma.
Kemudian dilakukan wawancara guna mengetahui seberapa sering hubungan seksual terjadi serta kemungkinan adanya gangguan fungsi seksual. Dengan demikian, pemeriksaan dapat ditentukan apakah akan dilanjutkan dengan tes genetik hormon, evaluasi fisik, atau uji laboratorium lanjutan.
Tidak hanya itu, diskusi ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan program bayi tabung tidak hanya tergantung pada teknologi medis. Namun juga pada komitmen pasangan dalam menjalani kehidupan yang sehat serta menjaga komunikasi yang terbuka.
Di sisi lain, salah satu layanan kesuburan, Benih IVF Center oleh Brawijaya Hospital baru saja diperkenalkan melalui diskusi ini. Nama ‘Benih’ menggambarkan awal kehidupan dan harapan, serta perkembangan yang penuh makna.
Sejak beroperasi sejak September 2023, IVF ini telah memberikan layanan kepada lebih dari 2.000 pasien dengan tingkat keberhasilan kehamilan yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Hal ini memperkuat posisinya sebagai salah satu yang terkemuka di Indonesia dan pilihan utama bagi calon orang tua.
Pusat ini bekerja sama dengan dr. Robert Fischer sebagai penasihat medis untuk mengembangkan Fischer Concept Protocol, pendekatan fertilisasi in vitro (IVF) yang disesuaikan secara individu dan berfokus pada penyesuaian pengobatan hormonal serta waktu prosedur sesuai kebutuhan setiap pasien.
