SudutBogor, JAKARTA – Puasa Ayyamul Bidhadalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam bulan Hijriah, ketika bulan berada di fase purnama dan cahayanya paling terang.
Tidak hanya mendapatkan pahala yang besar, puasa ini juga menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan layak untuk dicontoh. Amalan ini diyakini mampu mempererat hubungan dengan Allah serta melatih disiplin dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang Dimaksud dengan Puasa Ayyamul Bidh?
Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “Hari-Hari Putih”. Sebutan yang indah ini memiliki dua makna yang saling melengkapi:
a. Makna Astronomis
Disebut “Hari-Hari Putih” karena pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriyah, bulan berada pada tahap purnama. Pada malam-malam tersebut, bulan bersinar paling terang dan cahayanya tampak seperti “memutihkan” langit malam.
b. Makna Spiritual
Secara spiritual, puasa pada masa ini digambarkan sebagai proses untuk “menghapus” kembali catatan kebaikan kita. Dengan menahan lapar dan haus serta menjaga diri dari hasrat nafsu, kita sedang membersihkan dan menyucikan jiwa kita dari kotoran-kotoran dosa.
Keistimewaan Puasa Ayyamul Bidh, Pahala Berpuasa Sepanjang Tahun
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Inilah alasan utama di balik pelaksanaan amalan ini. Balasan yang ditawarkan sangat besar, setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Prinsip pahala ini didasarkan pada konsep pelipatgandaan kebaikan dalam agama Islam. 2. Ini merupakan motivasi terbesar dalam menjalankan amalan tersebut. Ganjaran yang diberikan tidak main-main, sama seperti berpuasa selama setahun penuh. Logika pahala ini berasal dari prinsip penggandaan amal dalam Islam. 3. Berikut adalah dorongan terbesar di balik pelaksanaan amalan ini. Hadiah yang dijanjikan sangat besar, sebanding dengan puasa selama satu tahun penuh. Konsep pahala ini didasarkan pada prinsip penggandaan kebaikan dalam ajaran Islam. 4. Ini menjadi alasan utama mengapa amalan ini dilakukan. Balasan yang diberikan tidak sedikit, setara dengan berpuasa selama setahun penuh. Prinsip pahala ini muncul dari konsep pelipatgandaan amal dalam Islam. 5. Inilah motivasi terbesar di balik pengamalan ini. Ganjaran yang ditawarkan sangat luar biasa, setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Logika pahala ini berlandaskan prinsip penggandaan kebaikan dalam Islam.
Selain pahala yang besar, puasa sunnah ini juga memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh dan jiwa, yang telah diakui oleh ilmu pengetahuan modern.
a. Manfaat Fisik
Melakukan puasa secara rutin (seperti intermittent fasting) mampu mendukung proses pembersihan tubuh, memberi istirahat pada organ pencernaan, meningkatkan metabolisme, serta membantu mengatur kadar gula dalam darah.
b. Keuntungan Psikologis dan Rohani
Puasa merupakan latihan terbaik dalam membentuk kesabaran, memperkuat rasa empati terhadap orang-orang yang kurang mampu, mengendalikan keinginan duniawi, serta merasakan kedamaian jiwa yang mendalam.
Jadwal Puasa Tiga Hari Putih Bulan Agustus 2025 / Safar 1447 H
Ini adalah informasi yang paling kamu butuhkan. Catatlah di kalendermu dan atur pengingat agar tidak melewatkan hari-hari penting ini. Berdasarkan kalender Hijriyah, insya Allah jadwal puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Agustus 2025 akan jatuh pada pertengahan bulan Safar 1447 H, yaitu:
• Hari Pertama (13 Safar 1447 H): Kamis Legi, 7 Agustus 2025
• Hari Kedua (14 Safar 1447 H): Jumat Pahing, 8 Agustus 2025
• Hari Ketiga (15 Safar 1447 H): Sabtu Pon, 9 Agustus 2025
(Pencatatan: Awal bulan Hijriyah ditentukan berdasarkan hasil pengamatan hilal atau perhitungan. Jadwal ini merupakan perkiraan yang paling tepat, tetapi tetap patuhi pengumuman resmi dari pemerintah atau lembaga Islam terpercaya di wilayahmu).
Bacaan niat puasa hari-hari putih Bacaan niat berpuasa pada hari-hari putih Niat puasa Ayyamul Bidh Bacaan niat untuk puasa Ayyamul Bidh Niat berpuasa di hari-hari putih Bacaan niat puasa pada tanggal-tanggal putih Niat puasa yang dilakukan pada hari-hari putih Bacaan niat untuk berpuasa di hari-hari putih
Seperti ibadah lainnya, puasa Ayyamul Bidh juga dimulai dengan berniat. Berikut adalah teks niatnya:
Saya berniat berpuasa pada hari-hari putih karena Allah Ta’ala.
Saya berniat berpuasa pada hari ini karena Allah Yang Maha Tinggi
Maknanya: “Saya berniat berpuasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Niat sebaiknya diucapkan pada malam hari sebelum puasa, tetapi masih sah jika diucapkan sebelum waktu zawal (sekitar waktu Zuhur), selama belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa sejak fajar.
