Macau Open 2025: Anak Didik Lawan Alwi Farhan, Pelatih Malaysia Buka Suara

SudutBogorPelatih tunggal putra Malaysia, K. Yogendran memberikan komentarnya mengenai pertandingan final antara Justin Hoh melawan Alwi Farhan dalam Final Macau Open 2025.

Justin Hoh berhasil memasuki babak final Macau Open 2025.

Read More

Atlet putra Malaysia berhasil melaju ke final setelah mengalahkan perwakilan Malaysia, Tharun Mannepalli dengan skor 19-21, 21-16, 21-16.

Berhasil melaju ke babak final, Justin Hoh akan menghadapi pemain tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan.

Pertandingan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi Hoh untuk mengejar gelar juara, tetapi juga saatnya membalas kekalahan yang dialaminya tahun lalu.

Di ajang Macau Open 2024 sebelumnya, Hoh terpaksa mundur di babak 16 besar setelah kalah dari Alwi.

Sementara Hoh memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tahun lalu, pelatih tunggal putra Malaysia, K. Yogendran tampak percaya diri.

Meskipun secara teori ia mengakui Alwi tampak lebih unggul, menurutnya tidak ada yang mustahil.

Ia hanya berharap Hoh bisa bermain tenang dan tidak merasakan tekanan, sehingga dapat tampil dengan baik.

 

Pada kertas, kami mengetahui bahwa Alwi adalah pemain dengan peringkat lebih baik dibandingkan Justin. Namun, tidak ada yang mustahil.

“Kami akan siap dengan strategi yang diperlukan dan bertarung hingga akhir,” kata K. Yogendran.

“Saya berharap Justin dapat tampil dengan baik, tetap tenang, dan yang paling penting, tidak merasakan tekanan,” kata Yogendan.

Meskipun demikian, Yogendran menyampaikan bahwa Justin mengalami sedikit kesulitan akibat kondisi lapangan saat berlaga di babak semifinal.

Atlet bulu tangkis Malaysia mengalami kesulitan menghadapi angin.

Namun, strategi mereka berjalan dengan baik, sehingga Hoh bia berhasil memenangkan pertandingan tersebut.

Masalah di lapangan berkaitan dengan angin, dan dalam pertandingan pertama, dia bermain menghadapi angin, yang membuat kondisinya menjadi sulit baginya.

Pada pertandingan kedua, dia bermain melawan arah angin, dan saya memberikan beberapa saran yang membantunya bermain lebih percaya diri, melakukan serangan serta serangan balik.

“Untuk pertandingan ketiga, strategi kami adalah mempertahankan skor yang ketat melawan Manepalli, tidak membiarkan selisih angka terlalu besar, sehingga saat giliran berubah, kami akan memiliki keunggulan, dan hal itu berhasil,” tambahnya.

 

Sementara Yogendran memiliki keyakinan, Hoh memang kalah dalam peringkat dan catatan pertemuan dibandingkan Alwi.

Hoh kalah dari Alwi sebanyak tiga kali, namun atlet Malaysia tersebut pernah meraih dua kemenangan atas Alwi.

Dengan catatan pertemuan yang cukup ketat, Hoh tentu menjadi lawan yang tetap layak diwaspadai oleh Alwi.