SUDUTBOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyediakan dua mesin ekonomi yang berbeda dalam pengembangan kota baru Bogor Barat dan Bogor Timur.
Wilayah barat akan dikembangkan melalui sektor pariwisata alam dan geopark, sementara wilayah timur berfokus pada pertanian modern, keterhubungan kawasan industri, serta meningkatnya aktivitas investasi properti.
Tujuan dari ini adalah mendorong pembagian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah inti Kabupaten Bogor.
“Kami telah mengenali wilayah-wilayah yang layak dan mampu dikembangkan menjadi kawasan perkotaan baru,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji saat diwawancarai di kantornya.
Kedua wilayah Barat dan Timur telah dipersiapkan dengan ciri ekonomi yang berbeda agar mampu berkembang sesuai potensi alami, jaringan pergerakan, serta kesempatan investasi masing-masing.
Wilayah barat dan timur akan diberi arahan untuk memiliki perhatian ekonomi yang berbeda, namun tetap saling terkait.
“Tujuannya adalah mempercepat pembangunan yang merata serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Bogor Barat: Wisata alam, taman bumi
Di sebelah barat, Pemerintah Kabupaten Bogor mengembangkan wisata alam dan geopark sebagai penggerak perekonomian.
Wilayah Tenjo, Rumpin, hingga Cigudeg memiliki potensi yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata alam yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat.
“Wilayah Barat berfokus pada industri dan pariwisata, yang meliputi daerah Tenjo, Parung Panjang, dan Rumpin. Ibu kota direncanakan akan berada di Cigudeg,” katanya.
Bogor Timur: Pertanian modern, keterhubungan industri, serta properti
Di sisi lain, Bogor Timur ditetapkan sebagai kawasan perkotaan dengan mesin ekonomi yang berbeda. Jonggol dan Sukamakmur akan menjadi ibu kotanya.
Wilayah Jonggol dan Sukamakmur ini disiapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang terkait dengan kawasan industri di sebelah timur Jabodetabek.
Apalagi, adanya dukungan infrastruktur serta mobilitas menuju Cianjur, Bekasi, hingga Karawang yang memperkuat sektor pertanian modern (agriculture city) dan aset lebih berpotensi untuk dikembangkan.
Dengan dua pendekatan ekonomi yang berbeda, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap setiap daerah memiliki penggerak yang sesuai dengan potensi alam dan sosialnya.
Pariwisata di wilayah barat diharapkan dapat meningkatkan perekonomian yang berbasis pada kunjungan, sementara wilayah timur diperkirakan akan berkembang melalui rantai pasok pertanian serta investasi di kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten berharap strategi ini mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang saling terkait, sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan pembangunan antara wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Bogor.
