SUDUTBOGOR – Jarak tempuh antara 5 hingga 6 jam dari Jasinga ke Cibinong menjadi salah satu faktor yang mendorong pembangunan pusat pelayanan dan kawasan perkotaan baru di kawasan Bogor Barat serta Timur.
Pemerintah Kabupaten Bogor menganggap, pelayanan masyarakat tidak lagi efisien jika seluruh proses hanya berada di Cibinong.
Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, Hendricus Andy Simarmata, yang terlibat dalam perencanaan kota baru ini mengungkapkan, kondisi geografis dan luasnya area menjadi tantangan besar yang perlu segera diselesaikan.
Dengan 40 kecamatan dan wilayah yang sangat luas dari barat ke timur, pelayanan pemerintahan tidak lagi bisa mengandalkan satu titik saja.
“Bayangkan dari Jasinga harus mendapatkan pelayanan di Cibinong. Jaraknya bisa mencapai 5–6 jam, sama seperti perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta. Ini tidak efisien bagi masyarakat,” kata Andy saat diwawancarai setelah menghadiri rapat dengar pendapat bersama anggota DPRD di Kantor Bappedalitbang, Cibinong, Jumat (24/10/2025) sore.
Sebagai tindakan nyata, Pemkab Bogor dan IAP kini sedang mempersiapkan dua pusat pertumbuhan baru, yaitu Cigudeg sebagai pusat Bogor Barat dan Jonggol–Sukamakmur sebagai pusat Bogor Timur.
Kedua wilayah tersebut akan dibangun sebagai pusat layanan, pusat ekonomi, serta area perkotaan yang direncanakan dengan baik, sehingga tidak berkembang secara acak seperti pola organik pada kota-kota lama.
Fondasi Jangkan Panjang DOB
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menegaskan bahwa kebijakan pembentukan pusat layanan baru tetap berlangsung, baik dengan atau tanpa pemekaran wilayah otonom baru (DOB) dari pemerintah pusat.
“Prinsip kami jelas, layanan publik perlu disediakan secara dekat. Oleh karena itu, pembangunan pusat kota baru tidak akan menunggu penghapusan moratorium DOB,” kata Bambam.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi dasar jangka panjang apabila nanti DOB Bogor Barat dan Bogor Timur disetujui oleh pemerintah pusat.
Dengan pendekatan ini, diharapkan infrastruktur dasar, ruang kantor, akses masyarakat, serta sistem layanan telah terbentuk sejak awal.
Pembagian pusat pertumbuhan juga dimaksudkan untuk mengurangi ketidakseimbangan ekonomi antar wilayah.
Berdasarkan analisisnya, sektor pariwisata di kawasan Bogor Barat mampu menjadi penggerak ekonomi, sementara Bogor Timur dapat mengembangkan konsep yang berbeda.agriculture cityyang terkait dengan pusat-pusat industri di kawasan timur.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengumumkan rencana pembangunan pusat kota baru di kawasan Bogor Barat dan Bogor Timur.
Kebijakan ini diambil guna menyamakan pembangunan dan pelayanan masyarakat, serta menjadi bagian dari rencana jangka panjang menuju daerah otonomi baru atau DOB.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menegaskan bahwa tindakan tersebut perlu dilakukan tanpa perlu menunggu penghapusan moratorium pemekaran DOB dari pemerintah pusat.
