Wisata Kuliner Legendaris di Malioboro yang Harus Dicoba
Malioboro, kawasan ikonik Yogyakarta, tidak hanya dikenal sebagai pusat belanja dan budaya, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan berbagai kuliner legendaris. Berjalan menyusuri jalanan Malioboro rasanya belum lengkap tanpa mencicipi hidangan khas yang sudah bertahan puluhan tahun. Tidak hanya soal rasa, banyak dari kuliner tersebut memiliki cerita unik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Berikut adalah 7 kuliner legendaris di Malioboro yang bisa kamu temukan dengan mudah menggunakan Google Maps:
Gudeg Yu Djum – Dagen
Gudeg Yu Djum merupakan salah satu ikon kuliner Yogyakarta yang terkenal hingga mancanegara. Cabang Dagen ini menjadi favorit karena lokasinya sangat dekat dengan Malioboro dan mudah diakses oleh wisatawan.
Warung ini berdiri sejak tahun 1950-an dan dikenal dengan cita rasa gudeg yang manis khas Jogja. Seporsi gudeg disajikan dengan nasi hangat, krecek pedas, telur, tahu, tempe, serta ayam kampung yang empuk. Gudegnya cenderung kering, sehingga tahan lama dan sering dijadikan oleh-oleh. Tempat ini selalu ramai, terutama saat jam makan siang.Gudeg Mbok Lindu
Nama Gudeg Mbok Lindu sudah lama melekat sebagai simbol kuliner tradisional Malioboro. Meskipun sang pendiri telah wafat, warung ini tetap diminati karena kelezatan gudegnya yang khas dan autentik.
Gudeg Mbok Lindu terkenal dengan rasa yang lebih gurih dan tidak terlalu manis. Suasananya sederhana, namun justru itulah daya tariknya. Duduk di bangku kayu sambil menikmati sarapan gudeg hangat di pagi hari memberikan pengalaman Jogja yang sangat otentik.Soto Ayam 61 Malioboro
Soto Ayam 61 adalah salah satu tempat sarapan legendaris di kawasan Malioboro. Warung ini sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dan tetap setia dengan menu soto ayam bening yang sederhana namun kaya rasa.
Kuahnya ringan, segar, dan gurih tanpa santan, disajikan dengan suwiran ayam kampung, telur, serta taburan seledri dan bawang goreng. Lokasinya strategis membuat Soto Ayam 61 selalu ramai pengunjung, terutama di pagi hari sebelum wisatawan mulai berkeliling Malioboro.Lumpia Samijaya
Jika kamu mencari camilan legendaris di Malioboro, Lumpia Samijaya adalah jawabannya. Berjualan sejak tahun 1970-an, lumpia ini terkenal dengan isian rebung dan ayam yang gurih serta kulit yang renyah.
Lumpia Samijaya biasanya disantap dengan saus kental khas yang manis dengan perpaduan sedikit rasa pedas. Ukurannya cukup besar dan mengenyangkan, cocok sebagai teman berjalan santai menyusuri Malioboro. Lokasinya pun sangat mudah ditemukan karena berada di area pertokoan Malioboro.Pecel Senggol Bu Sumeh
Pecel Senggol Bu Sumeh menjadi favorit bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin makan murah, enak, dan mengenyangkan. Berlokasi di sekitar Pasar Beringharjo, warung ini dikenal dengan bumbu kacangnya yang kental dan cita rasa yang konsisten.
Menu pecelnya disajikan dengan aneka sayuran segar, rempeyek, dan lauk tambahan seperti telur atau tempe goreng. Suasana warung yang sederhana dan ramai justru menambah kesan khas kuliner rakyat yang sulit dilupakan.Dawet Mbah Hari – Pasar Beringharjo
Dawet Mbah Hari merupakan salah satu minuman tradisional legendaris yang wajib dicoba saat berada di Malioboro. Berlokasi di area Pasar Beringharjo, dawet ini terkenal dengan rasa manis alami dari gula jawa dan santan segar.
Tekstur cendolnya lembut dan kenyal, sangat pas dinikmati saat cuaca panas setelah berkeliling pasar. Banyak pengunjung menjadikan Dawet Mbah Hari sebagai penutup wisata kuliner sebelum kembali menyusuri Malioboro.Kopi Joss Lik Man
Tak lengkap membicarakan kuliner Malioboro tanpa menyebut Kopi Joss Lik Man. Warung kopi sederhana ini terkenal dengan sajian kopi hitam panas yang dicelupkan arang membara, menciptakan sensasi unik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Kopi Joss bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman. Duduk di bangku pinggir jalan, menyeruput kopi sambil mendengar suara Malioboro di malam hari menjadi momen khas yang selalu dirindukan wisatawan.
