Kronologi Penemuan Alvaro, Bocah Hilang 8 Bulan, Ditemukan dalam Kondisi Tinggal Kerangka di Bogor

Penemuan Alvaro, Bocah yang Hilang Selama 8 Bulan

Kronologi penemuan Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang selama 8 bulan lalu, akhirnya terungkap. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus ini menimbulkan rasa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas.

Menurut informasi yang diperoleh, kerangka korban ditemukan di wilayah tersebut. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, membenarkan penemuan tersebut dan menyebut bahwa pihaknya telah mengamankan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini. “Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan,” ujar Seala saat dikonfirmasi.

Selain itu, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Art Lilipaly, juga mengatakan bahwa penyidik menemukan kerangka manusia yang diduga milik Alvaro. Meski begitu, kepastian identitas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. “Kami butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor,” kata Nicolas.

Hasil tes DNA ini dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis (27/11/2025). Sebelum hilang, Alvaro diketahui terakhir terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/3/2025). Pada hari itu, dia sempat menemani neneknya berobat ke RSUD Pesanggrahan, dan sepulangnya, Alvaro minta dibelikan susu kepada kakeknya, Tugimin (71). Saat azan berkumandang, Alvaro bergegas pergi ke Masjid Jami Al Muflihun tanpa berpamitan.

Peristiwa yang Menggemparkan

Menjelang buka puasa, ada seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro diketahui datang ke lokasi untuk mencari anak itu. Informasi ini baru diketahui kakek Alvaro, Tugimin, dari marbut masjid tiga hari setelah cucunya hilang. “Itu ada orang datang, ditanya sama marbut, ‘Pak, cari siapa?’ ‘Cari anak saya. Alvaro katanya kalau salat di masjid sini.’ ‘Itu ada anaknya di atas,’ kata marbut begitu,” ungkap Tugimin.

Melansir dari Kompas.com, setelah itu, marbut tak lagi memperhatikan gerak-gerik pria tersebut lantaran sibuk mempersiapkan salat magrib dan berbuka puasa. Usai berbuka, Alvaro tak kunjung pulang hingga pukul 21.30 WIB dan ini membuat Tugimin curiga. “Saya sadar untuk mencari itu jam 21.30 WIB. ‘Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?’. Saya bilang kayak begitu,” ujarnya.

Dalam kronologi penemuan Alvaro di Bogor ini, sebelumnya Tugimin sempat menyambangi lokasi terakhir cucunya terlihat dan mendatangi teman-teman bocah 6 tahun itu, namun tak membuatkan hasil. Karena panik, Tugimin lalu melapor kejadian itu ke Polsek Pesanggrahan, tetapi petugas menyarankan menunggu 1×24 jam.

“Besoknya saya ke Polsek Pesanggrahan. Setelah itu, saya diarahkan ke Polres Jakarta Selatan karena penanganan anak di bawah umur itu Polres yang menanganinya. Saya diantar oleh petugas dari polsek,” jelas Tugimin.

Setelah laporan masuk dengan nomor LP/1186/B/III/2025/PMJ/Res Jaksel, polisi mulai melakukan pencarian serta membagikan poster orang hilang melalui akun resmi Polsek Pesanggrahan dan juga mengolah laporan masyarakat yang diterima. Namun semua hasilnya nihil hingga akhirnya pencarian diperluas hingga Cilegon dan Batam.

Latar Belakang Keluarga

Adapun, diketahui ayah kandung Alvaro ternyata sedang menjalani hukuman atas kasus narkoba di Lapas Cipinang, sementara ibunya yang bekerja di Malaysia telah menikah lagi. Tugimin diketahui juga sempat mendatangi alamat terakhir keluarga ayah Alvaro, namun mereka sudah pindah. “Sudah. Saya sudah cek (ke alamat lama), tapi ternyata sudah pindah. Ternyata kepolisian dari Polres Jakarta Selatan itu sudah menemukan tempat alamatnya,” ujar Tugimin.

“Dan bahkan sampai, suami dari adik bapaknya Alvaro dibawa ke Jakarta untuk ditunjukkan kepada marbut, ternyata yang datang bukan itu,” lanjutnya.