Skenario Jahat Pembunuh Pedagang di Sekolah Cisarua Bogor, Tipu Keluarga Korban

Penemuan Pembunuhan yang Mengejutkan di Kecamatan Cisarua

Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita paruh baya di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan intensif. Korban, yang dikenal sebagai pedagang di area sekolah, meninggal dunia pada Jumat (21/11/2025) di rumahnya. Pelaku, yang diketahui merupakan tetangganya sendiri, mengambil langkah-langkah yang sangat licik untuk menutupi aksinya.

Setelah membunuh korban, pelaku berinisial NAF (32) langsung menghubungi keluarga korban. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang menyadari kejadian tersebut. Ia mengatakan kepada keluarga bahwa korban sedang dalam pengajian dan tidak bisa dihubungi. Hal ini dilakukan agar keluarga tidak datang ke rumah korban dan mengganggu proses pembersihan tempat kejadian perkara (TKP).

Strategi Licik Pelaku

Menurut Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, pelaku memang sengaja merencanakan skenario rapi untuk mengelabui keluarga korban. Sebelum melakukan pembunuhan, terdapat informasi bahwa anak korban akan berkunjung ke rumah. Oleh karena itu, pelaku menghubungi keluarga untuk memastikan apakah mereka akan datang atau tidak. Jika keluarga benar-benar datang, pelaku berencana untuk membersihkan TKP segera setelahnya.

Korban, yang dikenal dengan inisial N (59), tinggal di Kampung Parigi bersama pelaku, NAF. Dalam kehidupan sehari-hari, korban adalah seorang pedagang, sedangkan pelaku merupakan wali murid di sekolah tempat korban berjualan. Keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat, namun hal ini justru menjadi pemicu konflik yang berujung pada pembunuhan.

Motif Pembunuhan

Motif utama dari pembunuhan ini terkait dengan penagihan uang tabungan korban yang dititipkan kepada pelaku. Saat korban menagih uang tersebut, pelaku meminta waktu untuk pengembalian karena uangnya telah digunakan. Perselisihan ini memicu cekcok antara keduanya, yang akhirnya berujung pada penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

AKP Anggi Eko Prasetyo menjelaskan bahwa pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tim polisi berhasil menangkap pelaku pada pukul 03.00 WIB, tepatnya 8 jam setelah korban ditemukan meninggal. “Alhamdulillah tim dapat mengungkap dan menangkap terkait dengan peristiwa tersebut,” katanya.

Tindakan Lanjutan

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu, pihak keluarga korban juga sedang dalam proses pemulihan emosional setelah menerima kabar duka ini.

Dalam kasus ini, polisi menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja keras untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kecurigaan yang mereka temui ke pihak berwajib.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa kekerasan dan tindakan tidak terkendali dapat terjadi kapan saja. Dengan adanya upaya polisi yang cepat dan tanggap, masyarakat dapat merasa lebih aman dan percaya bahwa pihak berwajib akan selalu hadir untuk melindungi dan memberikan keadilan.