Zona KHAS Taman Bekapai Menunjukkan Kemajuan Signifikan
Sejak diluncurkan pada Juni 2025, Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Taman Bekapai telah mencatatkan capaian yang menarik perhatian masyarakat. Zona ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Balikpapan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa sebanyak 15 dari 34 pelaku usaha makanan dan minuman di Bekapai Food Space telah berhasil meraih sertifikat halal. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan, Kementerian Agama Kota Balikpapan, serta BPD Kaltimtara Syariah.
Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Syariah
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di kota tersebut. Selain itu, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis turut berkontribusi dengan menyediakan infrastruktur pendukung seperti tempat sampah, perbaikan air mancur, serta aktivasi kegiatan olahraga dan hiburan.
“Langkah strategis ini juga merupakan upaya untuk mendukung penguatan citra Kota Balikpapan sebagai destinasi wisata kuliner yang ramah muslim, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Robi Ariadi dalam keterangan resmi.
Menurutnya, implementasi Zona KHAS ini diharapkan mampu meningkatkan posisi Taman Bekapai sebagai destinasi wisata kuliner halal unggulan di Kalimantan Timur. Selain itu, zona ini memberikan jaminan kehalalan, kebersihan, dan keamanan pangan bagi masyarakat luas.
Dukungan Konkret dari Bank Indonesia
Bank Indonesia juga memberikan dukungan konkret dalam bentuk penyediaan 102 meja dan 612 kursi seragam untuk 34 UMKM di Bekapai Food Space. Sementara itu, BPD Kaltimtara Syariah menyerahkan landmark Zona KHAS sebagai identitas kawasan kuliner halal.
Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengapresiasi langkah nyata Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. Ia menegaskan bahwa Zona KHAS selaras dengan upaya Pemkot dalam mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat fungsi Taman Bekapai sebagai aset sekaligus sentra aktivitas publik dan ekonomi kreatif.
“Pembangunan ekonomi ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga nilai kehalalan, keamanan, kesehatan, dan keberlanjutan,” jelas Bagus Susetyo.
Tantangan dan Rencana Ke depan
Meski ada progres yang signifikan, masih terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Dari 34 pelaku usaha, delapan masih dalam proses pengajuan sertifikasi halal, sementara 18 pedagang asongan yang berada di kawasan yang sama baru saja mulai didampingi. Hal ini memerlukan akselerasi dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Bagus mengungkapkan rencana Pemkot Balikpapan untuk mengembangkan taman inklusif di setiap kecamatan dengan konsep serupa. Ia juga berharap perbankan dan instansi terkait dapat mendukung penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan menu makanan kekinian.
“Semua potensi dan mitra utama diharapkan dapat mendukung rencana pengelolaan PKL tersebut,” pungkasnya.
