Kematian Tarsitem, Kuwu Terpilih di Indramayu
Tarsitem, yang terpilih sebagai kuwu atau kepala desa dari Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) kemarin. Kejadian ini mengejutkan masyarakat sekitar, terutama karena ia baru saja menang dalam pemilihan kepala desa (Pilwu) Serentak 2025 yang digelar pada 10 Desember 2025.
Kondisi Kesehatan Memburuk
Menurut informasi yang diperoleh, kondisi kesehatan Tarsitem memburuk sebelum ia meninggal. Ia sempat jatuh dan pingsan, sehingga keluarga menduga bahwa kelelahan menjadi penyebabnya. Namun, ada juga dugaan bahwa ia mengalami serangan jantung. Keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Tarsitem meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, dengan diagnosis dead on arrival (DOA). Saat ini, penyebab pasti kematian masih belum diketahui secara pasti, karena almarhum belum sempat menjalani pemeriksaan medis lanjutan.
Pengakuan Camat Arahan
Camat Arahan, Rohaenah, mengatakan bahwa informasi tentang kematian Tarsitem diterimanya pada pagi hari Jumat sekitar pukul 09.00 WIB. Menurutnya, Tarsitem diduga meninggal akibat serangan jantung, berdasarkan informasi yang ia terima.
“Kemungkinan besar penyebabnya adalah serangan jantung, karena ada keluhan sebelumnya. Ia langsung dibawa ke RSUD Indramayu, dan dinyatakan meninggal ketika tiba di rumah sakit,” ujar Rohaenah melalui sambungan telepon.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, pihak RSUD Indramayu belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian Tarsitem. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Tarsitem memiliki riwayat penyakit stroke sebelumnya.
Perwakilan Keluarga Berbicara
Perwakilan keluarga Tarsitem, Tarjono, menyampaikan bahwa sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan almarhum sempat memburuk hingga membuatnya jatuh pingsan. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
“Meninggal dunia sekitar jam 8.30 WIB saat dibawa ke RSUD Indramayu, dan belum diketahui penyebabnya, karena belum sempat menjalani pemeriksaan medis,” ujar Tarjono.
Menurutnya, kemungkinan besar kematian Tarsitem disebabkan oleh kelelahan. Sebelum dan setelah Pilwu Serentak 2025, almarhum memiliki agenda yang sangat padat, yang menurutnya sangat melelahkan.
Dugaan dan Kekhawatiran Masyarakat
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Banyak yang merasa prihatin atas kematian Tarsitem, terutama karena ia baru saja menjabat sebagai kuwu terpilih. Mereka berharap penyebab pasti kematian dapat segera diketahui, agar bisa dilakukan langkah-langkah pencegahan di masa depan.
Selain itu, banyak pihak yang menyoroti pentingnya perawatan kesehatan bagi para pejabat publik, terutama mereka yang sedang menjalani tanggung jawab berat seperti pilwu. Dengan kondisi yang begitu padat, kesehatan fisik dan mental harus diprioritaskan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kesimpulan
Kematian Tarsitem menjadi peringatan akan pentingnya kesehatan dan pengelolaan stres dalam lingkungan kerja yang intensif. Meskipun penyebab pasti belum diketahui, kejadian ini mengajarkan kita untuk selalu waspada terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab besar.
