Hanya Kombucha? 4 Minuman Probiotik Ini Jadi Favorit Gen Z

Kombucha Bukan Satu-Satunya Minuman Probiotik yang Populer

Kombucha sering dianggap sebagai minuman probiotik yang paling populer, namun sebenarnya ada banyak jenis minuman lain yang juga kaya akan probiotik. Probiotik sendiri adalah mikroorganisme hidup yang berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan, terutama dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Minuman fermentasi menjadi pilihan yang praktis dan mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian.

Di tengah ritme hidup yang cepat, isu kesehatan pencernaan semakin sering muncul. Kebiasaan jajan, konsumsi kopi berlebihan, serta pola makan yang tidak teratur bisa memengaruhi kesehatan usus. Oleh karena itu, banyak orang mencari alternatif minuman yang bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan tanpa terasa seperti obat.

Berikut adalah beberapa minuman probiotik yang sedang populer:

  • Kefir Susu, Versi Creamy yang Mirip Yogurt

    Kefir susu merupakan pilihan yang cocok bagi mereka yang suka tekstur creamy tetapi tetap ingin mendapatkan manfaat probiotik. Minuman ini dibuat dari susu dan butiran kefir, dengan hasil akhir menyerupai yogurt cair. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kefir susu dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Selain probiotik, kefir susu juga mengandung protein dan nutrisi yang bermanfaat untuk asupan harian. Dalam kehidupan sehari-hari, kefir susu sering dipilih sebagai menu sarapan cepat atau minuman pendamping setelah makan.

  • Kefir Air, Alternatif Vegan yang Lebih Ringan

    Bagi Gen Z yang menghindari produk susu, kefir air menjadi pilihan yang relevan. Minuman ini dibuat dari air, gula, serta bakteri dan ragi bermanfaat dari butiran kefir air. Selama proses fermentasi, mikroorganisme tersebut memakan gula dan menghasilkan minuman berkarbonasi alami. Rasa kefir air cenderung lebih ringan dan bisa dikreasikan dengan buah, rempah, atau jus untuk menambah cita rasa. Karena bebas susu, kefir air juga cocok untuk mereka yang intoleransi laktosa.

  • Buttermilk, Fermentasi Susu yang Kaya Nutrisi

    Buttermilk, atau dikenal juga sebagai takra, adalah susu fermentasi yang menggunakan bakteri asam laktat (LAB). Jenis bakteri ini termasuk probiotik yang paling umum ditemukan dalam produk susu fermentasi. Selain mendukung kesehatan pencernaan, buttermilk juga mengandung protein, kalsium, dan vitamin A. Dalam pola konsumsi harian, buttermilk sering dipilih sebagai minuman pendamping makanan karena rasanya yang ringan.

  • Jus Probiotik, Praktis, tapi Perlu Cek Gula

    Jus probiotik adalah pilihan lain yang banyak beredar. Minuman ini terdiri dari jus buah atau sayuran dengan tambahan probiotik. Minuman ini bebas susu dan cocok untuk orang dengan alergi susu atau intoleransi laktosa. Namun, jus probiotik perlu dikonsumsi dengan lebih mindful karena kandungan gulanya bisa lebih tinggi dibanding minuman probiotik berbasis susu.

Berapa Banyak Probiotik yang Dibutuhkan Tubuh?

Jumlah probiotik dalam minuman tidak selalu bisa dipastikan secara kasat mata. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari proses fermentasi hingga penyimpanan produk. Secara umum, konsumsi probiotik dalam kisaran tertentu dianggap cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Misalnya, mengonsumsi setidaknya 10⁶–10⁷ unit pembentuk koloni per mililiter (CFU/mL) setiap hari direkomendasikan untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Namun, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Konsumsi probiotik berlebihan justru bisa memicu efek samping seperti perut kembung atau bergas.

Tips Mindful Memilih Minuman Probiotik Harian

Tidak semua produk fermentasi otomatis mengandung probiotik hidup. Beberapa produk telah melalui proses pasteurisasi yang dapat membunuh mikroorganisme, termasuk probiotik. Karena itu, penting untuk membaca label, terutama keterangan “kultur hidup dan aktif”. Selain itu, perhatikan kandungan gula tambahan dan cara penyimpanan. Sebagian besar minuman probiotik perlu disimpan di lemari pendingin agar efektivitasnya tetap terjaga.

Di tengah tren hidup sehat ala Gen Z, minuman probiotik bukan sekadar gaya, tetapi bagian dari kebiasaan kecil yang bisa berdampak pada kesehatan pencernaan dalam jangka panjang. Dengan memilih minuman probiotik yang tepat dan bijak, kita bisa menjaga kesehatan tubuh dengan lebih mudah dan menyenangkan.