Masakan Khas Kalimantan Tengah Mandai dari Kulit Cempedak, Hanya Tersedia di Palangka Raya

Kuliner Mandai Khas Kalimantan Tengah Mulai Ramai Dijual di Palangka Raya

Kuliner mandai, yang merupakan makanan tradisional khas Kalimantan Tengah, kembali menarik perhatian masyarakat. Bahan utama dari mandai adalah kulit cempedak, yang saat ini mulai banyak ditemukan di berbagai pasar dan pinggir jalan di Kota Palangka Raya. Hal ini terjadi karena musim panen cempedak kembali tiba, sehingga menjadikan bahan baku untuk mandai lebih mudah diperoleh.

Keunikan Mandai dan Proses Pembuatannya

Mandai dibuat dari kulit bagian dalam buah cempedak. Proses pengolahan mandai melibatkan fermentasi menggunakan garam selama beberapa hari hingga menghasilkan tekstur lunak dengan cita rasa asam gurih yang khas. Setelah difermentasi, mandai bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti digoreng, dimasak santan, atau ditumis bersama bumbu. Makanan ini sering menjadi lauk pendamping nasi bagi masyarakat setempat.

Perubahan Pola Konsumsi dan Penjualan

Pantauan di beberapa lokasi di Palangka Raya menunjukkan bahwa kulit cempedak tidak hanya dijual utuh, tetapi juga sudah dipotong-potong dan dibersihkan sebelum dijual. Hal ini memudahkan pembeli yang ingin langsung mengolahnya menjadi mandai. Beberapa penjual bahkan menyediakan kulit cempedak dalam kemasan yang siap untuk difermentasi.

Harga kulit cempedak bervariasi, mulai dari Rp15.000 untuk seperempat kilogram dan Rp30.000 untuk setengah kilogram. Sementara itu, harga cempedak utuh berkisar antara Rp20.000 per kilogram.

Minat Masyarakat Terhadap Mandai

Menurut salah satu pedagang buah di pasar malam Jalan G Obos XII, Nonik, banyak pembeli yang sengaja mencari kulit cempedak untuk diolah menjadi mandai. Ia mengatakan bahwa permintaan terhadap kulit cempedak meningkat seiring dengan datangnya musim panen.

“Sekarang sudah musim panen cempedak lagi. Kami jual yang utuh, tapi ada juga yang dipisah. Soalnya ada pembeli yang memang cuma mau beli kulit cempedaknya saja untuk dibuat mandai,” ujar Nonik.

Pertumbuhan Pasar Kuliner Lokal

Banyaknya penjual yang menawarkan kulit cempedak bersih menjadi indikasi bahwa mandai masih diminati oleh masyarakat. Meskipun buah cempedak bersifat musiman dan jarang ditemui sepanjang tahun, permintaan terhadap mandai tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mandai tidak hanya sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Kalimantan Tengah.

Jenis-Jenis Olahan Mandai

Setelah difermentasi, mandai dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat. Contohnya:

  • Digoreng hingga renyah dan disajikan sebagai camilan
  • Dimasak dengan santan untuk mendapatkan rasa yang kaya dan lembut
  • Ditumis bersama bumbu rempah lokal untuk memberikan cita rasa khas

Kehadiran Mandai di Berbagai Tempat

Tidak hanya di pasar, mandai juga mulai ditemukan di berbagai tempat seperti kawasan Jalan G Obos, Jalan A Yani, hingga Kaminting. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap mandai semakin berkembang, baik di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin mencoba kuliner khas Kalimantan Tengah.

Kesimpulan

Mandai, yang dibuat dari kulit cempedak, tetap menjadi salah satu makanan tradisional yang diminati oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Dengan adanya peningkatan penjualan kulit cempedak, mandai terus bertahan sebagai bagian dari kekayaan kuliner daerah. Proses fermentasi dan variasi olahan membuat mandai tetap menarik dan relevan di tengah perkembangan dunia kuliner modern.