Resep Burnt Cheesecake Anti Gagal yang Mudah Dibuat di Rumah
Burnt cheesecake, atau yang juga dikenal sebagai Basque burnt cheesecake, menjadi salah satu dessert yang sangat diminati dalam beberapa tahun terakhir. Tekstur lembut di bagian tengah dan bagian atas yang tampak gosong namun memberikan aroma karamel khas membuat kue ini digemari oleh berbagai kalangan. Kabar baiknya, burnt cheesecake termasuk kue yang relatif mudah dibuat di rumah dan memiliki risiko gagal yang rendah selama takaran bahan dan langkah-langkahnya diikuti dengan tepat.
Artikel ini menyajikan resep burnt cheesecake anti gagal dengan ukuran bahan yang akurat, langkah yang praktis, serta tips penting agar hasilnya creamy, tidak bantat, dan tetap cantik saat disajikan. Resep ini dirancang berdasarkan teknik yang biasa digunakan oleh pastry chef profesional serta referensi metode pemanggangan suhu tinggi yang sudah teruji.
Bahan-Bahan untuk Burnt Cheesecake (Ukuran Loyang 20 cm)
Untuk menghasilkan satu loyang burnt cheesecake dengan tinggi ideal dan tekstur lembut, siapkan bahan-bahan berikut:
- 600 gram cream cheese full cream, suhu ruang
- 200 gram gula pasir halus
- 4 butir telur ayam ukuran besar
- 300 ml heavy cream atau whipping cream cair
- 1 sendok makan tepung terigu protein sedang
- 1 sendok teh vanila ekstrak
- ¼ sendok teh garam
Penggunaan cream cheese suhu ruang sangat penting agar adonan tercampur rata dan tidak bergerindil. Gula halus membantu adonan lebih cepat menyatu tanpa perlu pengocokan berlebihan.
Cara Membuat Burnt Cheesecake Anti Gagal
Proses pembuatan burnt cheesecake relatif singkat dan tidak memerlukan teknik khusus seperti water bath. Ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan:
- Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 220 derajat Celsius menggunakan api atas dan bawah. Lapisi loyang dengan kertas roti, biarkan kertas menjulang ke atas agar adonan tidak meluber.
- Masukkan cream cheese ke dalam mangkuk besar, lalu aduk menggunakan whisk atau mixer kecepatan rendah hingga lembut dan halus.
- Tambahkan gula pasir secara bertahap sambil terus diaduk hingga gula larut dan adonan tampak creamy.
- Masukkan telur satu per satu. Aduk perlahan setiap kali menambahkan telur agar adonan tidak overmix.
- Tuang heavy cream, vanila ekstrak, dan garam. Aduk kembali hingga tercampur rata.
- Masukkan tepung terigu yang telah diayak. Aduk singkat saja hingga tidak ada gumpalan.
- Tuang adonan ke dalam loyang, lalu hentakkan perlahan untuk mengeluarkan gelembung udara.
- Panggang selama 30–35 menit hingga bagian atasnya berwarna cokelat gelap hampir gosong, namun bagian tengah masih terlihat sedikit bergoyang.
Keluarkan dari oven dan biarkan dingin pada suhu ruang, kemudian simpan di dalam kulkas minimal 4 jam sebelum disajikan agar teksturnya set.
Tips Penting Agar Burnt Cheesecake Berhasil Sempurna

Agar hasil burnt cheesecake benar-benar lembut dan tidak retak berlebihan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan mengocok adonan terlalu lama karena dapat memasukkan terlalu banyak udara dan membuat tekstur kue menjadi berongga. Kedua, suhu oven harus benar-benar panas sejak awal karena karakter “burnt” berasal dari pemanggangan suhu tinggi dalam waktu singkat. Ketiga, jangan memanggang terlalu lama karena bagian tengah justru akan menjadi terlalu padat dan kehilangan sensasi lumer.
Burnt cheesecake paling nikmat disajikan dalam kondisi dingin. Potong menggunakan pisau yang dicelupkan ke air panas lalu dilap kering agar potongan rapi. Kue ini dapat disimpan di dalam lemari pendingin hingga tiga hari dalam wadah tertutup tanpa mengurangi kualitas rasa dan teksturnya.
Penutup
Dengan bahan yang sederhana, takaran yang presisi, serta langkah yang mudah diikuti, burnt cheesecake bisa menjadi pilihan dessert rumahan yang tampil elegan layaknya sajian kafe premium. Resep ini cocok bagi pemula maupun pecinta baking yang ingin mencoba kue keju berkelas tanpa proses rumit. Burnt cheesecake membuktikan bahwa tampilan “gosong” justru bisa menjadi daya tarik utama dalam dunia kuliner modern.
