Acara Percobaan Sosial Pertama Berbasis AI dan Astrologi di Indonesia!

Cosmic Affair: Pertemuan Sosial yang Dikemas dengan Teknologi AI dan Astrologi

AICO, komunitas kecerdasan buatan (AI) terbesar di Indonesia, baru-baru ini menggelar acara bertajuk Cosmic Affair. Acara ini merupakan sebuah party matchmaking berbasis teknologi AI dan astrologi yang dikemas sebagai eksperimen sosial terkurasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman koneksi antar manusia yang lebih terarah dan bermakna.

Acara pertama Cosmic Affair diselenggarakan di Stalk Jakarta dan dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai latar belakang, seperti profesional, pengusaha, jajaran C-level, pelaku industri kreatif, serta para influencer. Acara ini bekerja sama dengan Zando dan Mecha, dua mitra yang memperkaya konsep interaksi sosial dengan menggabungkan algoritma AI yang dibuat oleh AICO bersama pendekatan zodiak serta BaZi Tiongkok.

Para peserta hanya perlu mengisi data kelahiran melalui ponsel mereka, kemudian sistem AI akan menampilkan profil lengkap, zodiak, uraian karakter berdasarkan astrologi, hingga analisis BaZi beserta interpretasinya. Ketika sesi matchmaking dimulai, sistem secara otomatis mempertemukan peserta dengan individu yang dinilai paling kompatibel.

Format pertemuan dibagi dalam beberapa kategori, yaitu:

  • The Squad untuk membangun pertemanan
  • The Hustle yang berfokus pada rekan bisnis atau kreatif
  • The Polarity dengan konsep lawan yang saling melengkapi
  • The Spark untuk potensi relasi romantis

Pada setiap sesi, peserta menerima notifikasi bersamaan yang memperlihatkan identitas pasangan mereka berikut alasan kecocokan berdasarkan analisis AI.

Reynaldi Francois, Co-Founder AICO, menjelaskan bahwa ide awal Cosmic Affair lahir dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika sebuah party tidak hanya menjadi ajang kumpul, tetapi juga ruang eksperimen sosial yang terkurasi? Ia membayangkan ratusan orang datang ke satu tempat, lalu sistem yang menentukan siapa yang sebaiknya mereka ajak ngobrol berdasarkan analisis astrologi yang diproses oleh AI.

“AI tidak hanya mencocokkan, tetapi juga membantu peserta memahami profil astrologi mereka dan alasan kecocokan dengan orang tertentu,” ujarnya.

Salah satu kejadian unik terjadi saat seorang peserta mendapatkan pasangan yang sama selama tiga sesi berturut-turut dengan tingkat kecocokan mencapai 100 persen. Dari situ, koneksi tersebut berlanjut menjadi hubungan pertemanan baru.

“Shock banget, tiga sesi berturut-turut aku match sama orang yang sama dengan tingkat kecocokan 100 persen. Dari situ kita langsung lanjut ngobrol dan ternyata obrolannya nyambung,” kata Mela, salah satu peserta Cosmic Affair.

Reynaldi menegaskan bahwa konsep ini dirancang agar teknologi AI dapat dinikmati siapa saja secara inklusif, tanpa memandang latar belakang. “Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat untuk terhubung dengan orang baru secara lebih terarah. Di tengah meningkatnya rasa kesepian, kebutuhan akan koneksi yang relevan semakin besar,” jelasnya.

Di sisi lain, Co-Founder AICO, Tommy Teja, menyebut Cosmic Affair sebagai langkah awal eksplorasi konsep acara berbasis AI. “Ini adalah event pertama kami dengan konsep party berbasis AI dan astrologi. Jika responsnya positif, kami terbuka mengembangkan konsep ini dalam skala lebih besar, berkolaborasi dengan berbagai pihak, atau bahkan merilis aplikasinya secara luas sesuai roadmap yang telah disiapkan,” ujar Tommy Teja.

Tommy juga memastikan bahwa data peserta hanya dimanfaatkan selama acara berlangsung dan tidak disimpan setelahnya, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan serta privasi pengguna.

Lewat Cosmic Affair, AICO menegaskan visinya untuk menjadikan AI bukan sekadar teknologi mutakhir, melainkan solusi praktis yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun relasi sosial, kolaborasi kreatif, hingga membuka peluang baru.