Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Wilayah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai potensi terjadinya gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada periode 17–20 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan kondisi angin yang berpotensi memengaruhi ketinggian gelombang di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG Fitri Anggraeni menjelaskan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara biasanya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 8-30 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan serupa.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa area seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga selatan NTT, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya,” ujar Fitri dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Februari 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan kemungkinan terjadinya gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di beberapa wilayah, antara lain:
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Selat Karimata bagian utara
- Laut Jawa bagian barat
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Sulawesi bagian barat dan timur
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Laut Arafuru bagian barat
Selain itu, gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di:
- Laut Arafuru bagian timur
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Laut Natuna Utara
- Selat Karimata bagian selatan
- Selat Makassar bagian tengah
- Laut Flores
- Laut Sulawesi bagian tengah
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya dan Papua
- Laut Arafuru bagian tengah
Untuk wilayah-wilayah tertentu, gelombang dapat mencapai ketinggian 2,5–4,0 meter, yaitu:
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTT
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan NTB
- Laut Maluku
Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Pengguna Transportasi Laut
BMKG menegaskan bahwa potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu nelayan.
Fitri menyarankan agar nelayan mewaspadai kecepatan angin yang melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, imbauan lebih ketat diberikan, yaitu menghindari kecepatan angin di atas 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Sementara itu, kapal ferry diminta untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar pesisir wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi untuk tetap menjaga kewaspadaan. Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan guna mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
