ICOMCUBE 2026: Sistem Ruang dan Identitas Kota dengan Solusi Material Modern Dekkson

Peran Arsitektur dalam Membentuk Identitas Kota

Arsitektur tidak lagi dipandang sekadar sebagai bentuk fisik bangunan. Dalam International Conference on Malay Culture and Built Environment (ICOMCUBE) 2026, isu sistem ruang, identitas kota, hingga pengaruh lintas budaya menjadi sorotan utama. Dalam konferensi ini, Dr. Ir. Ar. Achmad Delianur Nasution, S.T., M.T., IAI, AA, IAP, GP, IPU, Head of Professional Architecture Program Universitas Sumatera Utara sekaligus dosen Departemen Arsitektur USU, memaparkan materi tentang pengaruh ruang terbuka dan elemen arsitektur Mughal terhadap kawasan kesultanan di wilayah Selat Malaka.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa arsitektur tidak berdiri sendiri sebagai fisik bangunan, melainkan bagian dari sistem ruang yang terhubung dengan mobilitas, fasilitas, hingga sistem sosial masyarakat. “Arsitektur tidak hanya berdiri sebagai fisik semata, tetapi terintegrasi dengan sistem lain, baik sistem ruang, mobilitas, maupun sistem sosial masyarakat,” ujar Achmad.

Menurutnya, dalam konteks global, kota dibentuk sebagai komponen ruang yang saling berinteraksi, termasuk dengan transportasi, fasilitas fisik, dan teknologi. Ia juga menyoroti pentingnya identitas dalam pembentukan ruang kota, karena persepsi publik terhadap identitas menjadi faktor penting dalam keberlanjutan suatu kawasan. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan arsitektur modern menuntut integrasi desain, sistem, serta pemilihan material yang tepat agar bangunan mampu menjawab kebutuhan fungsi sekaligus identitas ruang.

Inovasi Sistem Pintu untuk Fasilitas Modern

Sejalan dengan tema pengembangan lingkungan binaan, Dekkson melalui PT Selaras Lawang Sewu memperkenalkan inovasi produk pintu aluminium AMK dalam ajang Medan Hospital Expo 2026. Business Manager PT Selaras Lawang Sewu, Sonya Mariana, menjelaskan pintu aluminium AMK dirancang untuk berbagai kebutuhan bangunan, mulai dari fasilitas kesehatan, perkantoran, sekolah, hingga hunian.

“Secara spesifikasi, pintu aluminium lebih kuat, tidak mudah berubah bentuk, serta memiliki lifetime yang lebih panjang dibandingkan pintu berbahan kayu, PVC, maupun material lain yang banyak digunakan saat ini,” ujar Sonya. Produk ini diproduksi di dalam negeri dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri sekitar 70 persen. Selain varian standar, tersedia pula pintu semi panel, pintu hermetik untuk ruang operasi, serta pintu toilet aluminium untuk fasilitas kesehatan dan bangunan umum.

Dalam pameran tersebut, PT Selaras Lawang Sewu juga menampilkan teknologi pintu sliding otomatis berbasis sensor gerak yang memungkinkan akses tanpa sentuhan fisik guna meminimalkan potensi kontaminasi. Diperkenalkan pula sistem break-out pada pintu sliding untuk kondisi darurat serta teknologi pintu kamar operasi yang dirancang sesuai standar fasilitas kesehatan modern dengan sistem penguncian berkeamanan tinggi.

Tak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan Smart Modular Operating Theatre (MOT) yang mendukung pengaturan suhu, tekanan, kelembaban, serta integrasi data medis secara digital dalam ruang operasi. “Dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan teknologi ruang operasi akan semakin terintegrasi, termasuk pada sistem pintu yang menjadi bagian dari ekosistem ruang operasi modern,” jelas Sonya.

Material Fasad dan Interior Tahan Lama

Selain sistem pintu, pemilihan material fasad dan interior juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan bangunan. Dalam program WEST yang digelar PT Fajar Lestari Sejati, Dekkson membahas keunggulan Aluminium Composite Panel (ACP) dan stainless steel panel sebagai solusi material bangunan modern.

Apa itu ACP? Aluminium Composite Panel (ACP) adalah material pelapis fasad bangunan berbentuk panel berlapis aluminium yang berfungsi melindungi gedung dari panas dan kebisingan serta meningkatkan efisiensi energi. Director Marketing PT Fajar Lestari Sejati (Dekkson), Lucky Nugroho, menyebut ACP memiliki umur pakai sekitar 15 hingga 20 tahun tanpa perawatan besar, sehingga lebih efisien dalam jangka panjang dibandingkan metode finishing konvensional.

“ACP bisa bertahan lama, sehingga dari sisi biaya jangka panjang lebih efisien. Selain itu juga membantu performa bangunan,” ujar Lucky. Lucky menambahkan bahwa bangunan yang dibungkus ACP bukan hanya lebih awet, tetapi juga membantu mengurangi panas dan kebisingan dari luar.

Sementara itu, stainless steel panel tipe SUS 304 dapat diaplikasikan untuk fasad, interior lift, dapur, fasilitas transportasi, hingga area publik dengan intensitas tinggi, serta tersedia dalam berbagai pilihan finishing seperti doff, glossy, hingga mirror.

Melalui inovasi sistem pintu dan material bangunan, Dekkson menunjukkan bahwa arsitektur modern tidak hanya berbicara soal desain, tetapi juga tentang integrasi sistem, teknologi, dan keberlanjutan yang selaras dengan kebutuhan ruang masa kini.