Jangan Terputus Kafein Saat Puasa, Ini Saran Ahli

Menjelang Ramadan, Kafein Bisa Jadi Tantangan Bagi Pecinta Kopi

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi dan minuman berkafein mungkin akan menghadapi tantangan tambahan. Mereka harus membatasi konsumsi kafein selama menjalani ibadah puasa, yang bisa memicu gejala putus kafein.

Spesialis Penyakit Dalam dari Prime Medical Center Dubai, Javeed Ashfaque, menjelaskan bahwa gejala putus kafein biasanya mulai muncul 12 hingga 24 jam setelah penghentian konsumsi. Gejala ini akan mencapai puncaknya antara 20 hingga 51 jam dan dapat berlangsung selama dua hingga sembilan hari, tergantung kebiasaan seseorang dalam mengonsumsi kafein.

Saat gejala putus kafein terjadi, seseorang mungkin merasakan sakit kepala, kelelahan atau mengantuk, mudah tersinggung, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, kekakuan otot, mual, dan sakit perut. Gejala ini bisa sangat mengganggu, terutama bagi mereka yang sedang berpuasa.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Keluarga dari Lifecare Hospital Uni Emirat Arab, Faisal Arshad. Ia menjelaskan bahwa kafein adalah stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah. Namun, mengonsumsinya dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gugup, jantung berdebar, dan insomnia.

“Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba, terutama saat berpuasa, dapat memicu gejala penarikan seperti sakit kepala, kelelahan, mudah tersinggung, bahkan kesulitan berkonsentrasi,” ujar Faisal dalam analisisnya.

Pandangan dari kedua pakar kesehatan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang menjalani ibadah puasa Ramadan, khususnya bagi mereka yang rutin mengonsumsi kafein dalam jumlah besar. Jika mereka berhenti secara mendadak, kondisi tubuh bisa terganggu karena kelelahan akibat putus kafein.

Cara Aman Mengurangi Konsumsi Kafein

Kedua dokter tersebut menyarankan pendekatan pengurangan kafein secara bertahap. Misalnya, mengurangi 25 hingga 50 persen kafein harian setiap hari. Jika sebelumnya seseorang minum tiga cangkir kopi, maka bisa dikurangi menjadi dua cangkir selama beberapa hari, lalu berakhir pada satu cangkir saja.

Selain itu, penting untuk menjaga istirahat yang cukup serta mengurangi penurunan energi selama masa pengurangan kafein. Aktivitas ringan seperti jalan kaki singkat dapat membantu meningkatkan kewaspadaan secara alami dan mendukung kelancaran berpuasa.

Mengurangi konsumsi kafein secara bertahap bisa menjadi solusi terbaik bagi pecinta kopi selama Ramadan. Dibandingkan dengan mengurangi dosis secara drastis dalam waktu singkat, pendekatan bertahap lebih aman dan efektif untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Tips Tambahan untuk Mengurangi Kafein

  • Berusaha mengganti kopi dengan minuman alternatif yang tidak mengandung kafein, seperti teh herbal atau air putih.
  • Memperhatikan pola tidur agar tetap cukup dan tidak memengaruhi produktivitas selama puasa.
  • Meningkatkan asupan nutrisi melalui makanan bergizi untuk mendukung stamina tubuh.

Dengan langkah-langkah yang tepat, para penggemar kopi bisa tetap menjalani ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengalami gangguan kesehatan yang berlebihan.