Persidangan yang Mengguncang Dunia Digital
Persidangan terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak telah memicu perdebatan luas di seluruh dunia. Google dan Meta, perusahaan raksasa teknologi yang dikenal dengan layanan YouTube dan Instagram, kini menjadi target dari gugatan hukum yang menuduh mereka sengaja menciptakan platform yang adiktif bagi anak-anak. Gugatan ini juga menyatakan bahwa penggunaan aplikasi tersebut berdampak negatif pada kesehatan mental.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, hadir di pengadilan Los Angeles untuk memberikan kesaksian dalam persidangan tersebut. Ia menghadapi pertanyaan tentang bagaimana perusahaan mengelola pengguna di bawah usia 13 tahun, khususnya di Instagram. Selain itu, ia juga diminta menjelaskan kebijakan perusahaan terkait desain platform dan algoritma yang digunakan.
Seorang perempuan asal California, yang telah menggunakan Instagram dan YouTube sejak usia muda, mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi tersebut memicu depresi dan pikiran bunuh diri. Ia mulai menggunakan YouTube pada usia enam tahun dan Instagram pada usia 11 tahun, lalu beralih ke TikTok dan Snapchat. Dua platform terakhir telah mencapai kesepakatan ganti rugi dengan penggugat.
Gugatan tersebut menuduh bahwa Google dan Meta sengaja membuat anak-anak ketagihan menggunakan layanan mereka, meskipun mengetahui dampak buruknya terhadap kesehatan mental. Pertanyaan utama yang diajukan adalah apakah aplikasi media sosial benar-benar adiktif bagi anak-anak.
Zuckerberg menyampaikan penyesalan atas lambatnya deteksi pengguna di bawah 13 tahun di Instagram. Ia menambahkan bahwa beberapa perbaikan telah dilakukan oleh perusahaan. “Saya selalu berharap kami bisa melakukannya lebih cepat,” ujarnya.
Pekan lalu, CEO Instagram Adam Mosseri juga memberikan kesaksian. Ia secara tegas menolak anggapan bahwa media sosial menyebabkan kecanduan. “Saya yakin pernah mengatakan bahwa saya kecanduan serial Netflix ketika menontonnya secara maraton hingga larut malam, tetapi menurut saya itu tidak sama dengan kecanduan klinis,” kata Mosseri.
Dokumen Internal yang Membuka Mata
Dalam persidangan, email internal dari Instagram ditampilkan sebagai bukti. Salah satu memo dari tahun 2018 menyatakan, “Kalau kita ingin banyak remaja menggunakan Instagram, kita harus mulai menarik mereka sejak masih pra-remaja.” Zuckenberg menilai dokumen tersebut “salah mengartikan apa yang saya katakan”. Ia menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai diskusi untuk menciptakan layanan yang aman bagi anak-anak.
Meta telah membahas pembuatan versi Instagram untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun, tetapi akhirnya tidak jadi membuat layanan tersebut. Jaksa penuntut juga menampilkan email internal yang menunjukkan Mosseri membela keputusan Zuckerberg pada tahun 2020 untuk tetap mengizinkan penggunaan filter kosmetik di Instagram.
Beberapa eksekutif lain menolak keputusan tersebut dan memperingatkan dampak buruk filter itu terhadap remaja perempuan. Di sisi lain, pihak yang ingin filter tersebut tetap ada ingin menghindari kehilangan pangsa pasar di tengah meningkatnya persaingan dengan TikTok.
Juri juga diperlihatkan email dari tahun 2014 dan 2015 yang menunjukkan Zuckerberg secara eksplisit menargetkan peningkatan waktu penggunaan aplikasi oleh pengguna hingga dua digit persentase.
Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah Umur
Semakin banyak negara melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur. Di Australia, larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun telah berlaku. Di Prancis, rancangan undang-undang yang melarang penggunaan media sosial bagi pengguna di bawah 15 tahun sedang dibahas di parlemen. Sementara itu, Dewan Menteri Spanyol diperkirakan akan menyetujui aturan serupa bagi pengguna di bawah 16 tahun sebelum diajukan ke parlemen.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga menyatakan secara terbuka untuk mempertimbangkan kebijakan larangan serupa. Norwegia, Yunani, Inggris, Denmark, Italia, dan Belanda termasuk sejumlah negara Eropa yang tengah membahas berbagai bentuk pembatasan.
Jika Anda mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu mencari bantuan profesional. Informasi mengenai layanan bantuan di berbagai negara dapat ditemukan di situs berikut: https://befrienders.org/
