Tradisi Unik Warga Kaliwungu Menjelang Ramadan
Di tengah kegembiraan menjelang bulan suci Ramadan, warga Kaliwungu Kabupaten Kendal masih mempertahankan tradisi unik yang menjadi bagian dari kehidupan mereka. Salah satu yang paling diminati adalah telur mimi, sebuah kuliner khas yang dijual selama momen Tukuder, pasar dadakan yang digelar sebagai tanda masuknya bulan Ramadan.
Pada hari Selasa (17/2/2026), warga ramai-ramai berburu telur mimi di sekitar Masjid Kaliwungu. Meski sesak oleh pembeli, Abdul Ghofur berusaha menerobos kerumunan untuk mencicipi makanan tradisional ini. Telur mimi terbuat dari ikan mimi, sejenis ikan pari dengan tekstur kulit keras. Bahan utamanya dicampur dengan bumbu dan parutan kelapa, sehingga menghasilkan rasa gurih dan pedas yang khas.
Ghofur sempat mengitari lapak-lapak pedagang untuk menemukan telur mimi. “Tadi muter-muter, padahal katanya biasanya banyak yang jual, tapi kok belum ketemu,” ujarnya. Setelah hampir 15 menit mencari, akhirnya ia menemukan kuliner tersebut. Ia baru pertama kali mencicipinya dan merasakan tekstur yang sedikit keras, tetapi setelah beradaptasi, rasanya cukup enak.
Untuk meningkatkan rasa, Ghofur disarankan menyantap telur mimi dengan bumbu parutan kelapa. Cara penyajiannya pun sederhana: telur ikan mimi dikeruk dari cangkangnya, lalu dicampur parutan kelapa yang sudah diberi bumbu asin, gurih, dan pedas. “Kalau tidak dikasih bumbu hambar. Ini tadi dikasih sambal parutan kelapa lebih terasa,” tambahnya sembari menikmati hidangan tersebut.
Setelah merasa cocok, Ghofur membeli dua bungkus telur mimi dengan harga Rp 10 ribu per bungkus. Kuliner ini rencananya akan dinikmati bersama keluarganya di rumah.
Ketersediaan Telur Mimi yang Berkurang
Pedagang telur mimi, Farikha, mengatakan bahwa ketersediaan telur mimi di momen Ramadan tahun ini sedikit berkurang. Biasanya, dia mengambil ikan mimi dari nelayan di Bandengan, namun saat ini hanya bisa membawa pulang 9 ekor ikan mimi. “Susah sekarang cari ikan mimi, ombaknya besar. Pasokan dari nelayan juga berkurang,” ujarnya.
Farikha menjelaskan bahwa telur mimi merupakan kuliner khas Kaliwungu yang biasa disajikan mendekati Ramadan. “Kalau hari biasa ya ada, cuma ramainya pas mendekati momen Ramadan seperti ini,” imbuhnya. Dalam penjualan, dia sering meraup untung cukup besar dari hasil penjualan telur mimi.
Harga telur mimi sendiri adalah Rp 10 ribu per porsi. Selain itu, Farikha juga menyediakan ikan mimi utuh beserta telurnya yang melimpah dengan harga Rp 100 ribu. “Itu sudah termasuk sambal parutan kelapanya,” ujarnya.
Menurut Farikha, telur mimi bukan hanya sekadar kuliner biasa. Ada cerita legenda yang mengisahkan sepasang kekasih bernama Mimi dan Mintuno. “Ya kalau cerita-cerita yang saya dengar seperti itu,” tutupnya.
Aneka Kuliner Lain di Tukuder
Selain telur mimi, warga juga bisa menemukan aneka kuliner lain selama gelaran Tukuder. Salah satunya adalah sumpil, makanan yang terbuat dari beras dan dibungkus daun bambu. Sumpil biasanya disajikan saat bulan puasa dan bulan Maulud. Untuk menikmatinya, bisa ditaburi bumbu parutan kelapa, sama halnya dengan telur mimi.
Di lapak yang digelar di halaman luar Masjid Kaliwungu, pembeli juga bisa menjajal aneka jenis makanan keong sawah, kerang, serta kudapan untuk menu takjil. Gelaran Tukuder di Kaliwungu ini berlangsung selama dua hari hingga besok. Warga biasanya sudah memadati area Alun-alun Kaliwungu sejak siang.
