Pemkab Solok Selatan Serahkan LKPJ 2025, Stunting Turun 13,2 Persen dan Raih 19 Penghargaan

Pemkab Solok Selatan Sampaikan LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Aula Paripurna DPRD Solok Selatan, Kamis (26/3/2026). Penyampaian nota pengantar ini menjadi potret nyata perjalanan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan yang berfokus pada visi “Solok Selatan yang Makin Maju dan Sejahtera”.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, hadir langsung mewakili pemerintah daerah untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 di hadapan para anggota legislatif. Dalam sambutannya, Yulian Efi menekankan bahwa tahun 2025 merupakan pijakan krusial bagi fondasi awal periode kedua pembangunan di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengakselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), melakukan transformasi ekonomi, hingga membenahi tata kelola birokrasi. Meski diterpa tantangan ekonomi global, Yulian menyebut bahwa kondisi finansial daerah tetap berada dalam koridor yang stabil dan terkendali.

Capaian Finansial yang Mengesankan

Tercatat, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2025 menyentuh angka Rp837 miliar, sebuah angka yang cukup kompetitif di tengah dinamika anggaran saat ini. Menariknya, di tengah keterbatasan fiskal yang ada, Pemkab Solok Selatan sempat menghadapi defisit anggaran sekitar Rp22 miliar, namun berhasil diatasi dengan manajemen yang apik.

Hal ini dibuktikan dengan daya serap belanja daerah yang mencapai 93,52 persen, yang diklaim sebagai bentuk efektivitas program yang tepat sasaran bagi masyarakat. “Kita pastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ungkap Yulian Efi dalam laporannya.

Prestasi di Sektor Kesehatan dan Sosial

Salah satu prestasi yang paling menonjol adalah keberhasilan dalam sektor kesehatan dan sosial, di mana angka stunting di Solok Selatan berhasil ditekan hingga ke level 13,2 persen. Tak hanya itu, tingkat pengangguran pun menunjukkan tren positif dengan angka yang hanya berada di kisaran 2,13 persen, sekaligus menurunkan jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Transformasi Digital yang Berjalan Masif

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Pemkab Solok Selatan mencatatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di angka 3,5, yang menandakan transformasi digital mulai berjalan masif. Dedikasi ini pun berbuah manis dengan raihan 19 penghargaan, baik di level nasional maupun provinsi, sepanjang tahun anggaran 2025.

Pembangunan Berkelanjutan yang Terus Berkembang

Pembangunan berkelanjutan juga menjadi sorotan, dengan meningkatnya kualitas lingkungan hidup serta bertambahnya jumlah desa mandiri di wilayah Solok Selatan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Menutup penyampaiannya, Yulian Efi mengajak seluruh elemen, mulai dari DPRD hingga masyarakat luas, untuk terus bersinergi menjaga tren positif pembangunan ini. Dengan kerja sama yang kuat, Solok Selatan akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera.