Kemenangan PSIS Semarang yang Tidak Sepenuhnya Bahagia
Kemenangan telak PSIS Semarang atas Persipal Palu dengan skor 6-1 dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (29/3/2026) malam, terasa ada yang berbeda. Meskipun tim sukses meraih kemenangan besar, kegembiraan tersebut justru sedikit terganggu karena absennya salah satu striker asing, Rafinha, dari susunan pemain.
Rafinha, yang biasanya menjadi bagian penting dalam formasi tim, tidak terlihat dalam line up pemain. Hal ini menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan para penggemar dan media. Pemain pinjaman dari PSIM Yogyakarta tersebut sebelumnya sering menjadi pahlawan kemenangan PSIS Semarang dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi, mengungkapkan bahwa Rafinha dalam kondisi fit dan siap untuk dimainkan. Namun, sebelum pertandingan berlangsung, muncul permasalahan yang membuatnya tidak bisa turun lapangan.
“Untuk Rafinha mungkin nanti lebih tepatnya manajemen yang akan sampaikan ya. Karena memang ada sedikit masalah bukan teknis tapi nanti itu mereka yang akan coba untuk menjelaskan,” ujar Andri Ramawi.
Sementara itu, COO PSIS Fariz Julinar juga mengaku tidak tahu alasan pasti mengapa Rafinha tidak bisa bermain. Pihak manajemen belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini.
“Mengenai hal itu saya tidak mengikuti karena tadi saya tidak di locker juga. Tapi tadi saya sempat tanyakan ke coach, ada apa, sepertinya ada masalah teknis karena saya tadi juga tidak masuk ke locker room,” kata Fariz.
Dalam kesempatan terpisah, Rafinha kepada SUDUTBOGOR mengaku kecewa karena tidak bisa berperan dalam pesta kemenangan timnya. Ia menyebut bahwa ada kesalahan pada penulisan nama di jersey yang jika dipaksakan justru akan menyalahi regulasi kompetisi.
“Saya tidak bisa bermain karena penulisan nama di jersey saya salah,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).
Dugaan kesalahan nama di nomor punggung ini juga dialami kiper PSIS Mariyo Fabio Londok. Bahkan dalam daftar susunan pemain yang sempat dirilis, Mariyo Londok sebetulnya masuk sebagai starter dalam laga kontra Persipal itu. Hanya saja, belum ada penjelasan resmi dari manajemen PSIS.
Masalah ini menunjukkan bahwa ada ketidakcocokan antara data yang diberikan oleh pihak klub dengan realitas di lapangan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen dan pelatih agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Beberapa poin yang perlu diperhatikan:
- Kesalahan administratif: Penulisan nama di jersey dan nomor punggung adalah hal yang sangat penting dalam kompetisi profesional.
- Komunikasi internal: Pihak manajemen harus lebih transparan dan cepat dalam memberikan informasi resmi terkait masalah ini.
- Kepuasan pemain: Kekecewaan yang disampaikan oleh Rafinha menunjukkan bahwa pemain juga memiliki hak untuk mengetahui alasan di balik keputusan yang diambil oleh klub.
PSIS Semarang, meskipun berhasil meraih kemenangan, kini harus segera menyelesaikan masalah ini agar tidak mengganggu konsentrasi dan performa tim di pertandingan selanjutnya.
