Tujuh Bulan Tanpa Jawaban, Ratusan Warga Pecahkan Pintu Kantor Bupati Bogor

Ratusan Warga Terdampak Penutupan Tambang Berdemo di Kantor Bupati Bogor

Ribuan warga yang terdampak penutupan tambang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bogor, Senin (3/5/2026). Massa yang terdiri dari warga tiga kecamatan yaitu Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang datang dengan berbagai kendaraan mulai dari bus hingga truk. Mereka menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah.

Meski cuaca tidak mendukung karena guyuran hujan, semangat massa tetap tinggi. Mereka tidak berpindah tempat dan tetap berada di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Tuntutan Utama Aksi

Koordinator aksi, Asep Fadlan, menjelaskan bahwa tuntutan utama yang disampaikan adalah agar tambang yang ditutup melalui kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera kembali beroperasi. Selain itu, mereka juga meminta kompensasi yang dijanjikan oleh pihak KDM selama operasional tambang ditutup sejak tujuh bulan lalu.

“Kita ingin tambang dibuka kembali supaya ada aktivitas masyarakat, yang kedua sesuai dengan janji gubernur, bukan kita yang meminta, tapi Pak Gubernur yang meminta,” ujar Asep Fadlan saat berbicara di depan massa.

Aksi Damai dan Doa Bersama

Asep Fadlan menekankan bahwa aksi ini merupakan bentuk unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin. Selain menyampaikan tuntutan, massa juga menggelar doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dari atas mobil komando.

“Terkait acara hari ini, itu kita acaranya istiqosah dan doa bersama. Kita ingin mengingatkan melalui pemerintahan Kabupaten Bogor, karena ini memang orang tua kita di Kabupaten Bogor, untuk mengingatkan kepada Pak Gubernur,” tambahnya.

Pemenuhan Janji dan Keberlanjutan

Massa aksi juga menuntut pemerintah untuk segera memenuhi janji-janji yang telah diberikan. Mereka berharap kebijakan yang diambil dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang bergantung pada industri tambang.

Dalam aksi ini, warga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan sosial mereka. Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Harapan Masyarakat

Warga yang terdampak penutupan tambang berharap agar kebijakan yang diambil tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai bahwa penutupan tambang tanpa solusi yang jelas akan berdampak negatif pada kehidupan mereka.

Selain itu, mereka juga berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam mencari alternatif pekerjaan atau pendapatan bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada tambang.

Kesimpulan

Aksi yang digelar oleh ribuan warga ini menunjukkan kepedulian dan keinginan masyarakat untuk memperjuangkan nasib mereka. Mereka berharap pemerintah dapat segera merespons tuntutan mereka dengan langkah-langkah nyata dan berkelanjutan.