Klinik Bayi Tabung AI Hadir di Medan, Program Menarik dan Harga Terjangkau

Teknologi AI di Halim Fertility Center untuk Pelayanan Kesuburan yang Lebih Efisien

Halim Fertility Center (HFC) kini telah memperkenalkan teknologi berbasis AI dalam pelayanan kesuburan. Kolaborasi dengan Rumah Sakit Stella Maris, yang terletak di Jalan Samanhudi, Kecamatan Medan Maimun, menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan layanan reproduksi modern dan komprehensif.

Tim dokter HFC Binarwan Halim menjelaskan bahwa visi misi pihaknya adalah menjadikan HFC sebagai pusat terintegrasi untuk pelayanan dibidang kesuburan. “Kami sudah memiliki dokter spesialis dengan konsultan di bidang kesuburan baik pria maupun wanita. Kami juga memiliki tim andrologis untuk menangani semua pelayanan kesuburan,” ujarnya setelah mengisi kegiatan seminar eksklusif dengan tema Program Hamil Efektif 5.0, Minggu (31/5/2026).

Fasilitas di HFC telah menggunakan alat-alat dan teknologi berbasis AI sehingga semua proses dilakukan secara mandiri. “Kami memiliki teknologi paling canggih. Kami sudah menyediakan alat-alat dan teknologi berbasis AI setiap embrio dengan embrio genetik kita lakukan sendiri di rumah sakit,” jelasnya.

Beberapa program yang disediakan oleh HFC antara lain:
* Program pemeriksaan kesuburan
* Program hamil
* Layanan pemeriksaan genetik
* Layanan psikolog untuk mengetahui kondisi pasien yang ingin mencoba bayi tabung

Biaya untuk membuat bayi tabung di HFC berkisar antara 40-60 juta rupiah. Itu merupakan program bayi tabung dengan harga paling terjangkau di Indonesia. “Program bayi tabung ini bisa berjalan selama 4 minggu. Karena untuk mendapatkan telur itu baru 10-12 hari kemudian diproses, apabila sudah ada embrio baru kita lakukan penanaman hasilnya,” ucapnya.

Salah satu pasien, Libertina Sinaga, telah mencoba program bayi tabung di HFC. Ia menunggu buah hati selama 7 tahun dan akhirnya terwujud di HFC ini. Sebelumnya, Libertina pernah ke luar negeri, tepatnya di Penang, Malaysia, untuk mendapatkan sang buah hati. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil.

“Saya menanti buah hati selama 7 tahun, sudah mencoba ke luar negeri untuk pengobatan dan lain-lain namun belum berhasil. Sampai akhirnya di sini ada program bayi tabung. Dan puji Tuhan itu membuahkan hasil,” jelas Libertina yang sehari-hariinya bekerja sebagai petani di Kabupaten Simalungun.

Ia mengaku bahwa pada saat pelayanan, mulai dari pengecekan rahim dan lain-lain, dokter di HFC cukup ramah dan berkompeten. “Kalau kami ke luar negeri, itu banyak malunya terkendala di bahasa dan lain-lain. Tapi, karena di tempat tinggal sendiri jadi santai gitu,” jelasnya.

Dari segi fasilitas dan harga, baik di luar negeri ataupun di HFC sama saja. “Dari segi harga dan fasilitas sama saja ya. Malah lebih hemat, saran saya, jika ada mau ikut program bayi tabung, bisa langsung ke HFC sini saja,” ucapnya.