Pelatihan AI untuk Meningkatkan Keterampilan di Era Digital
PT Otto Media Grup menggelar sebuah workshop yang diberi nama AI Workshop – Tools Mastery Class. Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari kreator konten, mahasiswa, pelaku usaha hingga pekerja di industri digital. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan cara menggunakannya secara efektif dalam berbagai bidang.
Workshop ini dipandu oleh tim mentor dari Otto Media AI Academy. Materi yang dibahas mencakup dasar-dasar AI, penggunaan tools populer, AI Agent, teknik prompt, serta penerapan workflow berbasis AI. Peserta juga diajarkan bagaimana memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan daya saing di era digital.
Media Manager Otto Media Grup, Budi Santoso, menyatakan bahwa minat masyarakat terhadap AI semakin meningkat seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk membantu peserta tidak hanya mengenal berbagai tools AI, tetapi juga memahami cara menerapkannya secara nyata.
Menurut Budi, AI saat ini telah melampaui sekadar tren teknologi. Teknologi ini mulai menjadi bagian penting dalam dunia kerja, pendidikan, serta industri kreatif. Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan.
Salah satu materi yang disampaikan adalah pemanfaatan platform AI seperti Gemini dan Claude untuk menganalisis dokumen, membuat ringkasan bisnis, hingga menghasilkan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan AI dalam produksi konten melalui kombinasi teknologi AI video, AI gambar, AI voice-over, dan AI writing.
Budi menjelaskan bahwa penguasaan AI menjadi salah satu keterampilan penting di era digital saat ini. Menurutnya, AI dapat berfungsi sebagai alat pendukung yang membantu individu meningkatkan efisiensi kerja dan memperluas kemampuan dalam berbagai bidang.
Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar AI, termasuk cara kerja AI generatif yang mampu menghasilkan konten berdasarkan pola dan probabilitas data. Tim mentor turut mengingatkan pentingnya melakukan verifikasi terhadap hasil yang dihasilkan AI untuk menghindari risiko kesalahan informasi atau AI hallucination.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan lebih dari 30 tools AI yang mencakup pembuatan teks, gambar, video, digital human, AI browser, AI Agent, hingga sistem otomatisasi workflow. Beberapa tools yang dibahas antara lain ChatGPT, Gemini, Qwen, Midjourney, Veo, Cursor, NotebookLM, n8n, dan HeyGen. Setiap tools diperkenalkan berdasarkan fungsi dan skenario penggunaannya sehingga peserta dapat menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Selain sesi materi, workshop juga menjadi ajang diskusi dan jejaring antarpeserta yang memiliki minat di bidang AI. Sejumlah peserta terlihat tetap berdiskusi setelah acara berakhir, membahas berbagai topik seperti pembuatan konten berbasis AI, bisnis digital, e-commerce, hingga pengembangan workflow otomatis menggunakan teknologi AI.

