Tugas Rumah AKBP Dewiana, Kapolres Sragen Baru, Masih Soal Persaingan Perguruan Silat?

Jurnalis SudutBogor, Septiana Ayu Lestari

Read More

SudutBogor, SRAGEN –Kapolres Sragen yang baru, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari masih menghadapi tantangan perkelahian antar perguruan silat yang perlu terus diwaspadai di masa depan.

Mengingat Kabupaten Sragen memiliki banyak sekali perguruan bela diri, yang hingga saat ini masih sering terjadi peristiwa bentrok, meskipun karena hal yang tidak penting.

“Kemarin saya telah menerima banyak masukan dari Pak Petrus serta dari anggota, memang Sragen sebenarnya relatif aman, masyarakatnya cukup kooperatif,” ujarnya kepada SudutBogor, Rabu (30/7/2025).

“Maka, memang kegiatan pencak silat sering kali menimbulkan gesekan saat dilakukan, jika dilaksanakan bersamaan tentu hal tersebut yang perlu dihindari,” tambahnya.

Ia menambahkan mengenai upaya untuk mencegah gesekan antar perguruan silat, AKBP Dewiana akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh Kapolres Srage sebelumnya.

“Kapolres lama telah menyusun SOP, telah menciptakan suatu metode pengamanan serta koordinasi kerja sama dengan ketua dan pengurus internal dari berbagai cabang silat tersebut,” katanya.

“Itu sudah berjalan dengan baik, dan saya berharap pada kesempatan pertama akan melanjutkannya, kita akan berkomunikasi, bersilaturahmi, semoga ke depan yang selama ini terjaga dengan baik, tetap bisa terjaga dengan baik,” tambahnya.

Ia mengatakan tidak memiliki gaya kepemimpinan khas, meskipun menjadi seorang Kapolres perempuan.

“Sebenarnya saya tidak terlalu berharap banyak, saya hanya ingin semuanya sama seperti saya, saat di Sragen saya mendapatkan estafet kepemimpinan dari Pak Petrus yang memiliki slogan Polres Sragen baik, itu sebenarnya sudah sejak lama memiliki niat dasar bahwa kita menjadi polisi yang baik,” katanya.

“Polisi yang bermanfaat dan niat kami sama-sama berupaya menjadi manusia yang lebih baik serta bermanfaat bagi banyak orang. Seorang manusia yang terbaik adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain. Semoga saya mampu memimpin Polres Sragen dengan baik, saya terus belajar menjadi pribadi yang baik,” tutupnya.

Bidadari Kedua yang Memimpin Sragen

Kepemimpinan Polres Sragen kini telah berubah.

AKBP Petrus Parningotan Silalahi kini menerima tugas baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resort Pati setelah menjabat selama 374 hari sebagai Kepala Polres Sragen.

Penggantinya adalah seorang Polisi Wanita (Polwan), yaitu AKBP Dewiana Syamsu Indyasari yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubditkamsel Ditlantas Polda Sulawesi Selatan.

Upacara serah terima jabatan telah dilaksanakan di Polda Jawa Tengah pada hari Selasa (29/7/2025).

Kemudian, diadakan upacara pedang pora dalam menyambut kedatangan AKBP Dewiana pada hari Rabu (30/7/2025).

Kepala Kepolisian Resor Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyampaikan kesannya setelah tiba di Kabupaten Sragen.

“Saya tiba di Sragen tadi malam, luar biasa, Sragen mirip dengan kampung halaman saya, Cilacap, kota yang tenang dan rapi,” katanya kepada SudutBogor, Rabu (30/7/2025).

Selanjutnya, dia berharap mampu menjalankan tanggung jawab sebagai Kapolres Sragen dengan baik.

“Dapat melanjutkan apa yang selama ini telah dijadwalkan oleh Pak Petrus dan saya bekerja sama dengan pihak terkait untuk bersama-sama memastikan kondisi di Sragen tetap aman,” katanya.

“Maka semua pelaksanaan pembangunan dan program pemerintah dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan target serta kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pimpinan,” lanjutnya.

Siapa AKBP Dewiana?

AKBP Dewiana adalah perempuan kedua yang memimpin Polres Sragen.

Ia lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 2005.

Kemudian, ia pindah ke Manado, Sulawesi Utara, lalu menjabat di Mabes Polri, dan kemudian bertugas di Sulawesi Selatan, kini sedang menjabat sebagai Kepala Polres Sragen.

AKBP Petrus mengatakan bahwa selama menjabat sebagai Kepala Polres Sragen, ia memiliki banyak kenangan.

Salah satu contoh kekompakan yang kuat di antara anggota Polres Sragen.

“Kita menginginkan menjadi polisi yang baik, melayani, dan melindungi, slogan polisi baik ini tidak hanya kita ucapkan, tetapi tertanam dalam pikiran setiap anggota,” katanya.

AKBP Petrus menyampaikan pengunduran dirinya kepada masyarakat Kabupaten Sragen, serta meminta doa restu agar dapat menjalankan tugas baru dengan baik.

(*)