SUDUTBOGOR – Pasar Bogor mulai ditinggalkan oleh para pedagang yang pindah ke Pasar Sukasari dan Warung Jambu.
Hal ini terjadi karena Pasar Bogor akan mengalami revitalisasi.
Namun, sebelum berhasil dipindahkan, berbagai penolakan muncul dari Pasar Bogor.
Salah satu pedagang, Haji Abas menyampaikan, Pemerintah Kota melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) ternyata telah sepakat dengan para pedagang.
Terdapat empat poin kesepahaman mengenai perpindahan dan proses pengembangan berikutnya dalam revitalisasi ini.
“Alhamdulillah kami, yang diwakili oleh forum silaturahmi pedagang pasar Bogor, mendapatkan empat poin yang dijanjikan,” ujar Haji Abas, Minggu (26/10/2025).
Empat poin tersebut yaitu PPJ memberikan gambaran mengenai revitalisasi ini.
Pasar Bogor tetap akan memiliki pasar tradisional meskipun kelak mengalami revitalisasi.
“Pasar UMKM tetap berlangsung. Kami sebagai forum turut serta dalam proses pembangunan ini,” katanya.
Para pedagang eks Pasar Bogor juga akan dijanjikan dapat kembali berdagang di Pasar Bogor.
“Jumlahnya berkisar antara 150 hingga 200 pedagang yang akan terlibat,” katanya.
Pengusaha pasar Bogor saat ini mendukung program revitalisasi ini.
“Jika sudah menjadi program pemerintah, kami sebagai pedagang akan mendukungnya. Semoga di Pasar Sukasari maupun Jambu Dua bisa ramai pengunjung,” tegasnya.
Sebelumnya diketahui, Pasar Bogor kini benar-benar sepi, Minggu (26/10/2025).
Para pedagang telah meninggalkan toko mereka dan beralih ke Pasar Sukasari serta Warung Jambu.
Beberapa pedagang terlihat sedang merapikan barang dagangannya dan melepas peralatan listrik di kios mereka masing-masing.
Di lokasi tersebut, seluruh area yang kosong ini mulai dari lantai pertama hingga lantai ketiga.
Tidak lagi terdapat kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang.
Pergi juga tidak ada meja-meja maupun peralatan yang digunakan oleh para pedagang.
Listrik di Pasar Bogor telah dipadamkan seluruhnya. Pasar Bogor kini tampak gelap.
Papan nama dipasang di sekitar pintu masuk atau titik akses masuk pedagang.
“Sejak hari Kamis kami (pedagang) secara bertahap mengosongkan kios. Kami pindah karena tidak lama lagi pasar ini akan direvitalisasi,” ujar salah satu pedagang,
