Jenis-Jenis Terong yang Populer di Indonesia
Terong (
Solano spp.) adalah salah satu komoditas sayuran yang paling beragam dan sering ditemukan di dapur masyarakat Indonesia. Tidak hanya memiliki satu warna, terong hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan kegunaan, mulai dari bahan utama balado pedas hingga pendamping sambal yang renyah. Meskipun semua jenis terong termasuk dalam keluarga Solanaceae (kerabat tomat dan kentang), setiap jenis memiliki karakteristik unik yang menjadikannya primadona di segmen pasar yang berbeda.
Terong Ungu
Terong ungu adalah jenis yang paling mudah ditemui dan paling serbaguna di pasar Indonesia.
- Ciri Fisik: Berbentuk silindris, panjang dan ramping, dengan kulit berwarna ungu gelap mengilap.
- Karakter Masakan: Dagingnya cenderung lembut dan agak manis setelah dimasak. Teksturnya yang empuk membuatnya cepat matang.
- Pengolahan Populer: Favorit untuk dibuat Terong Balado, digoreng dengan tepung (crispy), atau dimasak dalam kuah kari dan gulai.
Terong Hijau
Terong ini mendapatkan namanya karena kegunaan utamanya sebagai lalapan (dimakan mentah) yang dicocol sambal.
- Ciri Fisik: Berbentuk bulat kecil, seukuran bola pingpong, dengan warna hijau terang atau hijau keputihan (kadang ada juga yang ungu). Sering memiliki guratan putih di ujung buah.
- Karakter Masakan: Teksturnya renyah dan padat, berbeda dengan terong ungu yang lembut. Rasanya cenderung lebih netral dan tidak pahit saat dimakan mentah.
- Pengolahan Populer: Wajib hadir di menu lalapan segar, diiris tipis untuk karedok, atau dimasak utuh dalam tumisan dan sayur lodeh.
Terong Panjang
Mirip dengan terong ungu dalam bentuknya, tetapi memiliki warna yang berbeda dan seringkali lebih tipis.
- Ciri Fisik: Berbentuk lonjong memanjang dan ramping, dengan kulit berwarna hijau cerah. Kulitnya tipis dan mudah diolah.
- Karakter Masakan: Memiliki daging yang sedikit lebih padat dari terong ungu, sehingga bagus untuk masakan yang membutuhkan waktu masak lebih lama tanpa mudah hancur.
- Pengolahan Populer: Sering digunakan sebagai isian atau campuran dalam Gulai Ikan/Udang (terutama di Sumatera), Tumisan dengan tauco, atau dibuat sayur lodeh.
Terong Kecil
Terong ini mungkin paling kecil, tetapi memiliki tempat khusus dalam masakan tradisional karena rasa dan teksturnya yang unik.
- Ciri Fisik: Berbentuk bulat sangat kecil, seperti kacang polong atau kelereng kecil, tumbuh bergerombol. Berwarna hijau saat muda, berubah kuning saat matang.
- Karakter Masakan: Rasanya khas, agak pahit (getir), dan bijinya banyak. Pahitnya ini justru dicari untuk menyeimbangkan rasa dalam masakan pedas.
- Pengolahan Populer: Hampir selalu digunakan sebagai campuran dalam Sambal Ikan Teri, Daun Ubi Tumbuk (khas Sumatera Utara), atau Tumis Rebon.
Terong Belanda
Terong Belanda (
Tamarillo atau Solanum betaceum) adalah pengecualian besar dalam keluarga terong. Meskipun menyandang nama “terong,” secara botani dan kuliner, ia sangat berbeda dengan terong sayuran (
Solanum melongena).
Terong, dalam segala bentuk dan warnanya, tidak hanya menawarkan variasi tekstur di piring, tetapi juga kandungan antioksidan, terutama pada kulitnya yang berwarna ungu (kandungan anthocyanin). Keberagaman terong ini membuktikan betapa kaya dan uniknya khazanah kuliner dan agrikultur Indonesia.
