Bahaya Mikroplastik dalam Produk Skincare dan Makeup
Dosen program studi Teknik Lingkungan di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair), Rizkiy Amaliyah Barakwan, menyampaikan peringatan penting mengenai produk skincare dan makeup yang beredar di pasaran. Ia menyarankan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kandungan mikroplastik dalam produk-produk tersebut.
Beberapa jenis plastik mikro yang sering ditemukan dalam produk tata rias antara lain microbeads yang digunakan sebagai bahan pembersih seperti sabun, polyethylene (PE) yang digunakan sebagai pengisi tekstur, polymethyl methacrylate (PMMA) untuk penghalus tekstur, serta Polyethylene terephthalate (PET) yang umumnya digunakan dalam glitter.
Selain itu, bentuk mikroplastik juga banyak ditemukan pada makeup seperti foundation, bedak, eye shadow, lipstik, cat kuku, dan produk lainnya. Sebagai alat tata rias, makeup yang mengandung mikroplastik sangat rentan bersentuhan dengan tubuh pengguna.
Mikroplastik dalam microbeads, menurut Rizkiy, memiliki risiko yang lebih besar karena bisa menyerap polutan organik beracun seperti polychlorinated biphenyls (PCB) dan bisphenol A (BPA). Setelah menyerap polutan tersebut, microbeads dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Selain itu, kandungan ini juga bisa berpindah ke air tanah maupun air permukaan, kemudian terbawa oleh drainase ke pemukiman manusia.
Jika paparannya tinggi, mikroplastik dapat memicu gangguan kesehatan. Beberapa penelitian ilmiah telah mengaitkan mikroplastik dengan inflamasi hingga gangguan jantung dan pembuluh darah.
Solusi untuk Produsen dan Pengguna
Rizkiy menyarankan produsen skincare dan makeup agar menghindari bahan-bahan yang mengandung mikroplastik. Untuk mengisi tekstur bahan tata rias, produsen bisa beralih ke bahan-bahan alami seperti serbuk biji tanaman, garam laut, dan serbuk kulit buah. Selain itu, produsen juga bisa menggunakan polimer biodegradable (bio-based) seperti polyhydroxyalkanoates (PHA) dan turunan pati (starch-based polymers).
Terdapat pula rekomendasi mengenai pengembangan makeup tanpa pewarna. Agar lebih aman, Rizkiy merekomendasikan penggunaan skincare yang berlabel non mikroplastik atau produk yang lolos uji sertifikasi lingkungan atau uji biodegradabilitas.
Peran Pemerintah
Menurut Rizkiy, pemerintah juga bisa mendukung antisipasi bahaya mikroplastik melalui kebijakan yang pro terhadap pengembangan skincare dari bahan alami. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan akan tercipta produk tata rias yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.
