Inovasi Energi Terbarukan dari Luar Angkasa
Uji coba sistem buatan Jepang untuk menghasilkan listrik di luar angkasa dan mengirimkannya kembali ke bumi secara nirkabel berbuah hasil positif. Inovasi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam penelitian energi terbarukan.
Paul Koti, Chief Executive Officer Spaceage Solar Energy, menjelaskan bahwa panel surya yang ditempatkan di orbit mengumpulkan energi dan mengirimkannya ke stasiun bumi menggunakan transmisi gelombang mikro. Setelah diterima di bumi, energi gelombang mikro diubah kembali menjadi listrik siap pakai. “Menunjukkan bahwa daya dapat dipanen di luar planet dan dikirim tanpa kabel fisik atau transportasi bahan bakar,” kata Paul melalui laman LinkedIn pada pertengahan Desember 2025.
Keunggulan Sistem Berbasis Ruang Angkasa
Keunggulan utama sistem berbasis ruang angkasa ini bila dibandingkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di darat adalah soal konsistensinya. Panel surya di bumi sangat bergantung pada cuaca, tutupan awan, dan tidak dapat beroperasi pada malam hari. Sebaliknya, sistem di luar angkasa dapat terpapar sinar matahari secara terus-menerus tanpa henti, terbebas dari siklus siang-malam, maupun gangguan atmosfer.
Konsep baru ini ditargetkan menjadi solusi produksi energi terbarukan skala besar yang stabil (baseload power). Menurut Paul, uji coba dari Negeri Sakura mengawali langkah para peneliti untuk mengembangkan industri PLTS sebagai penyedia listrik berdaya bersih di perkotaan dan daerah terpencil. “Para ahli melihatnya sebagai potensi perubahan dalam cara umat manusia menghasilkan energi,” kata Paul.
Proyek Energi Terbarukan Berbasis Ruang Angkasa
Mengutip ulasan Rated Power, proyek energi terbarukan berbasis sumber daya dari ruang angkasa tersebut dimulai sejak dua tahun lalu. Satelit buatan Caltech, untuk pertama kalinya, memancarkan energi surya dari luar angkasa. Energi dari PLTS di orbit itu 13 kali lebih banyak dibanding yang berada di daratan bumi.
Dengan rancangan yang matang dan memadai, tenaga surya berbasis ruang angkasa ini diproyeksikan dapat memancarkan energi langsung ke pesawat untuk mendukung lepas landas, bahkan membantu pengisian daya armada saat terbang. Inovasi ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan industri penerbangan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi gas rumah kaca.
Potensi Masa Depan
Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita memproduksi dan menggunakan energi. Dengan kemampuan untuk menyediakan pasokan listrik yang konsisten dan tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca, sistem ini bisa menjadi solusi ideal untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik konvensional.
Selain itu, sistem ini juga bisa digunakan untuk mendukung misi eksplorasi luar angkasa. Dengan kemampuan untuk menyediakan energi secara langsung, pesawat ruang angkasa dan stasiun luar angkasa bisa beroperasi lebih lama dan efisien.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun inovasi ini menjanjikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, biaya pengembangan dan pemasangan satelit serta infrastruktur di bumi untuk menerima energi gelombang mikro. Selain itu, risiko keamanan dan dampak lingkungan juga perlu dipertimbangkan.
Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan industri, langkah-langkah ini bisa diatasi. Proyek ini memberi harapan bahwa energi terbarukan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan energi global.
Kesimpulan
Inovasi energi terbarukan dari luar angkasa merupakan langkah besar dalam upaya menciptakan sumber daya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan kemampuan untuk menyediakan listrik yang konsisten dan tidak tergantung pada kondisi cuaca, teknologi ini bisa menjadi bagian penting dari sistem energi masa depan.
