Spanyol Lepas Airbus dari Larangan Teknologi Israel

Perizinan Khusus untuk Airbus Menggunakan Teknologi Israel

Pemerintah Spanyol telah memberikan izin khusus kepada perusahaan pesawat terbang ternama, Airbus, untuk memproduksi pesawat dan drone menggunakan teknologi asal Israel di pabrik-pabriknya yang berada di wilayah Spanyol. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat bahwa dua bulan lalu Spanyol sempat melarang produk militer dan produk dwiguna dari Israel akibat dugaan genosida di Gaza.

Airbus, yang memiliki sekitar 14.000 karyawan di Spanyol dan menyumbang sebesar 60 persen dari ekspor udara dan pertahanan negara tersebut, mendapatkan pengecualian pertama dalam rapat kabinet pekan lalu. Dalam risalah tertulis, alasan diberikannya pengecualian tersebut adalah karena potensi industri dan ekspor yang besar dari pesawat mereka, yang dianggap penting untuk mempertahankan ribuan pekerjaan berketerampilan tinggi di Spanyol.

Perusahaan kedirgantaraan Eropa ini memproduksi berbagai jenis pesawat seperti A400M dan C295, pesawat pengisian bahan bakar A330 MRTT, serta drone pengawasan SIRTAP di pabriknya di Madrid dan Seville. Semua produksi tersebut menggunakan teknologi Israel. Selain itu, Airbus juga bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Spanyol dalam “rencana untuk melepaskan diri dari teknologi Israel,” menurut risalah yang diterbitkan pada hari Selasa lalu, meskipun tidak memberikan detail lebih lanjut.

Tekanan Akibat Sanksi

Keputusan yang disetujui oleh kabinet dan dipertahankan oleh beberapa menteri pekan ini mencerminkan tekanan dari perusahaan dan kepentingan domestik yang dihadapi oleh beberapa kritikus terkeras Eropa terhadap tindakan Israel baru-baru ini ketika mereka mencoba untuk memberlakukan sanksi perdagangan. Hal ini juga berisiko meningkatkan ketegangan dalam koalisi pemerintahan antara Partai Sosialis dan mitra sayap kiri garis keras mereka, Sumar. Situasi ini semakin memperburuk kondisi pemerintah yang sudah melemah akibat perselisihan internal dan skandal korupsi serta tuduhan pelecehan seksual.

Baik Airbus maupun Kementerian Pertahanan Spanyol belum memberikan komentar resmi mengenai keputusan ini. Langkah-langkah Spanyol terhadap Israel telah disahkan pada bulan September. Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengambil “langkah-langkah mendesak untuk menghentikan genosida di Gaza,” dengan melarang perdagangan material pertahanan dan produk dwiguna dari Israel, serta impor dan iklan produk yang berasal dari pemukiman ilegal Israel.

Kementerian konsumen Spanyol juga memerintahkan tujuh situs web akomodasi wisata untuk menghapus 138 iklan rumah liburan di wilayah Palestina yang diduduki atau menghadapi ancaman sanksi di Spanyol. Menurut menteri transformasi digital Spanyol, Oscar Lopez, pihaknya telah memblokir 200 upaya untuk membeli material yang terkait dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan kepada penyiar nasional TVE pada hari Selasa.

Tantangan dan Kepentingan Ekonomi

Meski ada larangan terhadap produk Israel, keputusan pemerintah Spanyol untuk memberikan izin khusus kepada Airbus menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi dan industri masih menjadi prioritas utama. Dengan adanya pengecualian ini, Airbus tetap bisa memanfaatkan teknologi Israel tanpa terkena dampak larangan yang berlaku bagi perusahaan lain.

Namun, langkah ini juga memicu kritik dari berbagai pihak yang merasa bahwa Spanyol seharusnya lebih tegas dalam menangani isu-isu terkait hak asasi manusia. Bagaimanapun, keputusan ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara kepentingan ekonomi dan etika politik yang sering kali saling bertentangan.

Dengan situasi yang begitu dinamis, penting bagi semua pihak untuk terus memantau perkembangan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.