Menteri Abdul Mu’ti Pimpin Upacara Sekolah Pertama di Aceh Tamiang



SudutBogor.CO.ID, BANDA ACEH –

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, akan menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang. Daerah ini mengalami dampak dari bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Upacara tersebut akan digelar di SMA 4 Kejuruan Aceh Tamiang pada Senin, 5 Januari.

Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti di lokasi bencana bertujuan untuk memberikan semangat kepada siswa dan tenaga pengajar serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelangsungan pendidikan meskipun daerah tersebut sedang berada dalam kondisi darurat. Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran langsung Mendikdasmen di lokasi yang paling terdampak bencana.

Adanya kunjungan Menteri diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pembangunan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam. Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah setelah banjir bandang dan longsor terjadi pada 26 November 2025. Bencana tersebut menyebabkan banyak sekolah mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, total sekolah di daerah tersebut mencapai 459. Dari jumlah tersebut, sebanyak 394 sekolah terdampak bencana. Kerusakan yang terjadi beragam, yaitu:

  • 47 sekolah mengalami kerusakan ringan
  • 269 sekolah mengalami kerusakan sedang
  • 78 sekolah mengalami kerusakan berat

Selain itu, beberapa sekolah bahkan harus ditutup sementara karena tidak layak digunakan. Hal ini tentu berdampak besar terhadap aktivitas belajar mengajar para siswa. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan.

Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti di Aceh Tamiang juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat setempat. Selain itu, kunjungan ini diharapkan bisa menjadi awal dari langkah-langkah konkret untuk membangun kembali sistem pendidikan yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana di masa depan.

Pemulihan pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Dengan adanya perhatian dari Menteri, harapan besar muncul bahwa proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Semua pihak diharapkan terus bekerja sama untuk memastikan anak-anak tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak, bahkan dalam situasi sulit seperti ini.



Selain itu, berbagai langkah penanganan darurat juga dilakukan oleh dinas terkait. Misalnya, penyediaan tenda darurat untuk tempat belajar sementara, distribusi buku dan alat belajar, serta pelibatan tenaga pendidik dari wilayah lain untuk membantu proses pembelajaran. Ini semua dilakukan guna memastikan tidak ada siswa yang terganggu dalam proses belajarnya.

Dengan adanya upacara hari pertama masuk sekolah yang dipimpin oleh Menteri, diharapkan semangat dan motivasi para siswa serta guru meningkat. Dalam situasi seperti ini, dukungan dan perhatian dari pihak yang berwenang sangat penting untuk membangkitkan semangat dan kepercayaan diri masyarakat setempat.