Pemuda Garut Viralkan Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Ancam

Kehidupan Holis Muhlisin yang Berubah Setelah Viral di Media Sosial

Holis Muhlisin, seorang pedagang telur keliling asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah video yang menunjukkan dirinya mendapat tekanan dari keluarga kepala desa beredar luas di media sosial. Peristiwa ini memicu perhatian masyarakat dan bahkan mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Awal Mula Peristiwa

Holis tinggal di Kampung Babakangadoh, RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu. Ia dikenal sebagai warga yang sering membagikan kondisi infrastruktur jalan rusak di wilayahnya melalui media sosial. Hal ini dilakukannya karena kondisi jalan yang tidak layak sering menyulitkannya dalam aktivitas dagang sehari-hari.

Video yang viral tersebut menunjukkan Holis menerima makian dari sejumlah anggota keluarga kepala desa. Dalam rekaman itu, terdengar ucapan-ucapan bernada penghinaan yang ditujukan kepadanya. Video tersebut diunggah melalui akun Facebook pribadinya dan mencapai lebih dari satu juta penayangan.

Laporan ke Polisi dan Proses Hukum

Holis mengaku bahwa dirinya juga dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Ia menjelaskan bahwa hingga kini laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Bahkan, ia belum pernah dipanggil atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Kata polisi bakal diriungkeun (musyawarah) tapi sampai sekarang tidak pernah,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Holis menyebut bahwa tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak agar dapat membantu kemajuan desa dan masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa aksi yang dilakukannya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi kepentingan bersama.

Respons Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons isu ini dengan menekankan pentingnya menjaga kebebasan berbicara dan menghindari tindakan intimidasi terhadap warga yang memberikan kritik. Ia menyoroti bahwa dalam dunia yang sudah serba terbuka, semua pihak harus menerima kritik dengan lapang dada.

Dedi juga menyarankan agar pemerintah setempat melakukan rekonsiliasi dan perbaikan pembangunan. Ia berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.

Tindakan yang Diambil

Menurut Dedi, semua pihak harus bekerja sama untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Ia menekankan bahwa saat ini sudah bukan zamannya untuk mencaci maki orang yang mengkritik kinerja pemerintah.

Ia memerintahkan pemerintah di Kecamatan Cisewu dan Bupati Garut untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Dedi juga meminta agar tidak ada tindakan intimidatif terhadap warga yang memberikan kritik.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kebebasan berekspresi dan perlunya komunikasi yang sehat antara warga dan pemerintah. Holis Muhlisin menjadi contoh bagaimana seseorang bisa menjadi sorotan publik karena tindakan yang dilakukannya, meskipun dengan alasan yang baik. Dengan respons yang diberikan oleh Gubernur Dedi Mulyadi, harapan besar dibangun agar kejadian serupa tidak terulang kembali.