BisKita Trans Pakuan Kembali Beroperasi di Kota Bogor
BisKita Trans Pakuan, salah satu layanan transportasi umum di Kota Bogor, kembali beroperasi melayani penumpang pada hari Sabtu (3/1/2026). Bus tersebut terlihat kembali mengaspal di jalanan Kota Bogor setelah sebelumnya berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026. Perhentian operasional ini disebabkan karena masa kontrak dengan penyedia jasa telah berakhir pada 31 Desember 2025. Oleh karena itu, diperlukan proses pembaruan kerjasama melalui lelang.
Operasional transportasi massal BisKita Trans Pakuan dilakukan secara bertahap. Pada hari ini, koridor 2 yang memiliki rute Terminal Bubulak-Ciawi kembali berjalan. Koridor ini menjadi fokus awal dalam pemulihan layanan transportasi umum di kota tersebut.
Dari pantauan TribunnewsBogor, jumlah penumpang BisKita Trans Pakuan tidak begitu banyak seperti biasanya. Hanya beberapa penumpang yang naik atau turun dari sejumlah halte di Jalan Raya Pajajaran. Bahkan, dalam setiap pemberhentian, bus hanya menurunkan penumpang selama kurang dari 10 detik sebelum melanjutkan perjalanan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pengoperasian koridor 2 saat ini merupakan solusi sementara untuk melayani kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengoperasian koridor ini adalah hasil kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan operator. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan warga yang memerlukan akses transportasi umum yang andal.
Dedie juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat, seluruh koridor BisKita Trans Pakuan akan kembali beroperasi normal. Ia menyatakan, “InsyaAllah di hari senin semua koridor akan berjalan kembali sambil dicari kesepakatan terbaik.”
Proses Pembaruan Kerjasama dan Tantangan Awal
Perlu diketahui bahwa penghentian operasional BisKita Trans Pakuan terjadi karena masa kontrak dengan penyedia jasa telah berakhir. Hal ini menunjukkan pentingnya proses pembaruan kerjasama agar layanan transportasi tetap berjalan tanpa gangguan. Dalam hal ini, Pemkot Bogor melakukan lelang untuk mencari operator yang dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh bis ini saat kembali beroperasi. Salah satunya adalah rendahnya jumlah penumpang, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya sosialisasi atau ketidaktahuan masyarakat tentang perubahan status layanan. Selain itu, mungkin juga ada ketidakpastian terkait rencana operasional jangka panjang, yang membuat masyarakat enggan menggunakan layanan ini.
Keberlanjutan Layanan Transportasi Massal
Pemulihan layanan BisKita Trans Pakuan tidak hanya penting untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengurangan kemacetan lalu lintas di Kota Bogor. Dengan adanya transportasi umum yang teratur, masyarakat bisa lebih mudah berpindah dari satu titik ke titik lain tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Selain itu, pengoperasian kembali bis ini juga menjadi langkah strategis dalam upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan kembalinya koridor 2, masyarakat dapat merasakan manfaat dari transportasi umum yang ramah lingkungan dan efisien.
Masa Depan BisKita Trans Pakuan
Meskipun saat ini hanya koridor 2 yang kembali beroperasi, Pemkot Bogor berkomitmen untuk segera memulihkan seluruh koridor. Dalam waktu dekat, semua rute yang sebelumnya dioperasikan akan kembali berjalan. Ini akan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi umum.
Selain itu, Pemkot juga akan terus berkoordinasi dengan operator untuk menemukan kesepakatan terbaik yang dapat memastikan kelancaran operasional dan kepuasan pengguna layanan. Dengan demikian, BisKita Trans Pakuan dapat menjadi bagian penting dari sistem transportasi kota yang berkelanjutan.
