Bocah Zaydan Ditemukan Mengambang di Sungai Cikalang Tasikmalaya

Bocah 6 Tahun Ditemukan di Sungai Cikalang Setelah Hilang Dua Hari

Seorang bocah berusia 6 tahun bernama Zaydan Al Fatih akhirnya ditemukan setelah hilang selama dua hari. Kejadian ini terjadi saat ia mengantar orang tuanya ke wilayah Kelurahan Tugujaya. Pencarian yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan organisasi bantuan bencana (BPBD) akhirnya membuahkan hasil.

Penemuan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia

Bocah Zaydan ditemukan di Sungai Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya pada hari Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan badan terlilit kain dan karung. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di wilayah Kecamatan Tamansari untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Peristiwa Hilangnya Bocah 6 Tahun

Zaydan hilang sejak hari Jumat (2/1/2026) saat ia ikut bersama orang tuanya melakukan verifikasi bantuan sosial di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Anak ketiga dari pasangan suami Ali Darsono (46) dan Deli Delia (38) ini diduga jatuh dan hanyut terbawa aliran air selokan yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Menurut keterangan dari Iptu J. Jonansa, Pamapta II Polres Tasikmalaya Kota, pencarian korban dilakukan selama dua hari oleh tim gabungan dari Polres Tasikmalaya dan BPBD. Pada saat ditemukan, korban dalam posisi mengambang dengan perut terikat kain dan karung. Hal ini menyebabkan korban terjebak dan sulit untuk dievakuasi.

“Perutnya terlilit, sehingga nyangkut karena perutnya sudah kembung jadi mengambang,” ujar Iptu Jonansa. “Warga yang lewat melihatnya dan langsung melaporkan ke kami, lalu tim langsung diterjunkan untuk mengangkatnya.”

Kondisi Mayat dan Penyebab Kematian

Dalam kondisi mayat, terdapat bau yang menyengat karena sudah berada di sungai selama dua hari. Selain itu, ada luka lebam di tubuh korban yang diduga akibat benturan dengan batu dan kayu di sungai. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum sepenuhnya diketahui.

Respons dari Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Iptu Jonansa menambahkan bahwa keluarga korban telah menerima kabar duka ini. Mayat korban telah diserahkan ke rumah duka untuk proses pemakaman. Kelurahan Tugujaya juga telah menerima informasi bahwa Zaydan adalah korban yang hilang pada hari Jumat lalu.

“Kelurahan sudah menerima sebagai musibah dan memang sudah diyakini itu anak yang menjadi korban yang hilang pada jumat kemarin dan ini murni kecelakaan,” kata Iptu Jonansa.

Kesimpulan

Kasus hilangnya bocah Zaydan menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya lingkungan sekitar, terutama di daerah dekat aliran air. Pihak berwajib dan masyarakat harus lebih waspada serta menjaga keselamatan anak-anak, terutama saat berada di area yang berpotensi berbahaya seperti saluran air atau sungai.