Bupati Sumedang Tertibkan Pembangunan Tanpa Izin Pasca Kematian 4 Pekerja di Jatinangor

Instruksi Bupati Sumedang untuk Menertibkan Bangunan Tanpa Izin

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk segera melakukan penyisiran dan penertiban terhadap bangunan-bangunan yang dibangun tanpa izin. Instruksi ini dikeluarkan setelah terjadi tragedi ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di proyek lapangan minisoccer di Kampung Salam Kuning, RW 01, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan empat pekerja tewas dan dua lainnya terluka. Kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah setempat untuk segera menindaklanjuti masalah pembangunan yang tidak memiliki izin resmi.

Langkah Pemerintah Daerah

Dony Ahmad Munir memerintahkan DPMPTSP, Satpol PP, dan dinas terkait lainnya untuk segera melakukan penyisiran dan penertiban terhadap semua bangunan yang tidak berizin. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko bencana yang bisa terjadi akibat pembangunan ilegal.

“Ada instruksi khusus kepada DPMPTSP, Satpol PP, dan dinas lainnya untuk menyisir dan menertibkan bangunan-bangunan yang tak berizin,” ujar Bupati saat dihubungi oleh Tribun Jabar.id, Minggu (4/1/2026) pagi.

Pemkab Sumedang juga telah menggelar rapat antisipasi bencana dampak dari bangunan tak berizin. Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, dan dihadiri oleh perwakilan dinas, camat, serta kepala desa pada Sabtu (3/1/2026).

Penyisiran dan Penertiban di Seluruh Wilayah

Menurut Bupati, penyisiran dan penertiban akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Area proyek yang menjadi lokasi kejadian berada di atas perbukitan di kaki Gunung Geulis. Dalam insiden ini, dua korban berhasil diselamatkan oleh warga dan petugas, sedangkan empat orang lainnya meninggal dunia.

Penutupan Proyek yang Tidak Berizin

Bupati Dony telah memastikan bahwa proyek tersebut ditutup sementara hingga mendapatkan izin resmi. Ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah merespons kejadian yang mengancam keselamatan masyarakat.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat melalui pengawasan yang ketat terhadap pembangunan di wilayah Sumedang.