Aturan Ganjil Genap Dihentikan di Puncak Bogor Akhir Pekan Ini, Satu Arah Berjalan Normal

Kebijakan Ganjil Genap di Puncak, Bogor Tidak Diberlakukan pada Akhir Pekan Ini

Kebijakan ganjil genap yang diterapkan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak akan berlaku pada akhir pekan Sabtu–Minggu, 10–11 Januari 2026. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari uji coba tanpa pembatasan kendaraan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Polisi menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari proses evaluasi setelah kebijakan serupa juga tidak diterapkan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dengan demikian, pihak kepolisian ingin melihat bagaimana kondisi lalu lintas dan ekonomi di kawasan tersebut jika tidak ada pembatasan nomor polisi kendaraan.

Evaluasi Terhadap Lalu Lintas dan Ekonomi

Evaluasi yang dilakukan mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  • Kelancaran arus kendaraan.
  • Tingkat kepadatan di jalur wisata Puncak.
  • Keluhan dari masyarakat.
  • Efektivitas rekayasa lalu lintas lainnya yang diterapkan.

Hasil dari uji coba ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan nasib kebijakan ganjil genap ke depannya, apakah akan kembali diterapkan atau justru dihentikan.

Rekayasa One Way Tetap Disiapkan

Meskipun kebijakan ganjil genap tidak diberlakukan sementara, rekayasa lalu lintas one way (satu arah) tetap disiapkan dan akan diterapkan sesuai dengan pola kepadatan yang terjadi. Skema satu arah ini dikenal sebagai andalan untuk mengurai kemacetan parah di jalur Puncak saat akhir pekan atau hari libur.

Penerapan one way dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

  • Pagi hari pukul 07.00 -12.00 WIB diberlakukan dari arah Jakarta ke Puncak.
  • Lalu pukul 12.30 WIB hingga selesai diberlakukan dari arah Puncak menuju Jakarta/Ciawi.

Menguji Batas Kemampuan Jalur Puncak

Menurut Iptu Ardian, KBO Satlantas Polres Bogor, alasan kebijakan ganjil genap tidak langsung diterapkan kembali setelah Operasi Lilin Nataru adalah karena situasi sudah kembali ke kondisi akhir pekan biasa. “Sekarang sudah bukan masa Natal dan Tahun Baru. Kami ingin mencoba kondisi weekend biasa tanpa ganjil genap,” paparnya.

Dengan uji coba ini, kepolisian ingin menilai langsung apakah jalur Puncak masih mampu menampung lonjakan kendaraan tanpa pembatasan nomor polisi, atau justru menimbulkan kepadatan yang sulit dikendalikan.

Keputusan Permanen Akan Menyusul

Kepolisian mengakui bahwa salah satu tujuan uji coba ini adalah menilai apakah peniadaan ganjil genap akan mempersulit pengendalian lalu lintas. “Itu yang sedang kami uji. Kami ingin melihat apakah kepadatan di jalur atas menjadi lebih sulit dikendalikan atau tidak,” ucap Ardian.

Hasil akhir dari pemantauan dan evaluasi selama akhir pekan ini akan menjadi bahan pertimbangan utama untuk menetapkan kebijakan yang lebih permanen terkait penerapan ganjil genap di Puncak ke depannya.