Pesawat Turboprop: Keunggulan dan Fakta Menarik yang Masih Relevan di Dunia Penerbangan Modern
Pesawat turboprop atau pesawat bermesin baling-baling mungkin terlihat berbeda dibandingkan pesawat jet yang lebih modern. Meskipun penampilannya tampak klasik, pesawat ini memiliki kelebihan yang membuatnya tetap digunakan dalam penerbangan modern. Berikut adalah lima fakta menarik mengenai pesawat turboprop yang masih relevan hingga saat ini.
1. Efisien dalam Konsumsi Bahan Bakar untuk Jarak Pendek
Meskipun terlihat seperti pesawat tradisional, pesawat turboprop memiliki keunggulan signifikan dalam hal efisiensi konsumsi bahan bakar untuk rute jarak pendek. Untuk perjalanan sejauh 500 km dengan ketinggian tidak melebihi 30.000 kaki (sekitar 9.000 meter), pesawat turboprop lebih hemat bahan bakar dibandingkan pesawat jet. Hal ini disebabkan oleh cara kerja mesin turboprop yang memutar baling-baling untuk menciptakan daya dorong, alih-alih menghasilkan dorongan langsung dari pipa jet seperti pada pesawat jet.
Namun, untuk penerbangan jarak jauh, pesawat jet lebih efisien karena dapat terbang pada ketinggian yang lebih tinggi, sehingga mengurangi hambatan aerodinamis dan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
2. Dioperasikan Maskapai untuk Penerbangan Regional

Banyak maskapai penerbangan regional masih menggunakan pesawat turboprop untuk melayani rute jarak dekat. Contohnya adalah HOP (maskapai anak perusahaan Air France), JSX Airlines dari Amerika Serikat, dan Croatioa Arlines. Di Indonesia, Wings Air dan Citilink juga mengoperasikan pesawat turboprop dari keluarga ATR.
Beberapa produsen pesawat turbin propeler terkenal seperti ATR (joint venture antara Italia dan Prancis), Bombardier Aviation, serta Piaggio Aerospace masih memproduksi pesawat-pesawat ini. Mereka dikenal dengan desain yang efektif dan efisien untuk operasi di wilayah-wilayah dengan bandara kecil atau tak beraspal.
3. Teknologi yang Digunakan oleh Pesawat Angkut Militer Berat

Tidak hanya digunakan untuk penerbangan sipil, pesawat turboprop juga digunakan dalam penerbangan militer. Contohnya adalah Airbus A400M, sebuah pesawat angkut militer yang dilengkapi empat mesin turboprop. Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 37 hingga 41 ton dan dirancang untuk operasi di medan berat.
Salah satu keunggulan pesawat turboprop dalam konteks militer adalah kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek tanpa aspal. Selain itu, mesin turboprop memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap serpihan benda asing (FOD) dan memungkinkan terbang rendah dengan kecepatan yang lebih rendah, sesuai kebutuhan operasi militer.
4. Emisi CO2 yang Lebih Rendah

Pesawat turboprop memiliki keunggulan lingkungan dibandingkan pesawat jet. Karena konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit, pesawat ini menghasilkan emisi CO2 yang lebih rendah. Selain itu, pesawat turboprop biasanya terbang pada ketinggian yang lebih rendah, sehingga tidak menghasilkan contrail (jejak uap air) yang sering terlihat pada pesawat jet.
Dengan emisi yang lebih rendah, pesawat turboprop menjadi pilihan yang ramah lingkungan dan penting dalam upaya penerbangan berkelanjutan.
5. Lima Pesawat Turboprop Tercepat di Dunia
Meskipun pesawat turboprop umumnya dianggap lambat, beberapa model memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Menurut laman Simple Flying, lima pesawat turboprop tercepat di dunia adalah:
Alenia C-27J Spartan – Kecepatan jelajah maksimum sekitar 602 km/jam.
De Havilland Canada Dash 8 Q400 – Kecepatan jelajah maksimum sekitar 667 km/jam.
C-130J Super Hercules – Kecepatan jelajah maksimum sekitar 670 km/jam.
Piaggio P-180 Avanti – Kecepatan jelajah maksimum sekitar 745 km/jam.
A400M* – Kecepatan jelajah maksimum sekitar 889 km/jam, hampir menyamai kecepatan pesawat jet.
Dengan kecepatan yang cukup tinggi, pesawat turboprop bukan lagi sekadar pesawat tradisional, tetapi tetap memiliki peran penting dalam dunia penerbangan modern.
