Sate Maranggi di Kawung Tilu Cikarang, Menikmati Rasa dan Suasana Hutan Jati

Wisata Kuliner Sate Maranggi Mbah Goen di Kawung Tilu Menarik Perhatian Pengunjung

Wisata kuliner Sate Maranggi Mbah Goen kembali menarik perhatian pengunjung, terutama selama momen libur Imlek. Lokasi ini berada di Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Puluhan warga memadati tempat ini pada Selasa (17/2/2026) untuk mencoba hidangan khas Sate Maranggi serta menikmati suasana alam yang indah.

Nuansa Khas Sunda dan Spot Foto Menarik

Saat memasuki area wisata, pengunjung langsung disambut dengan alunan musik khas Sunda yang mengalun lembut. Pintu gerbang masuk juga dirancang dengan ornamen khas Sunda yang menambah kesan tradisional. Di dalamnya, pengunjung akan disuguhi hamparan hutan jati yang hijau dan sejuk.

Di sepanjang jalur wisata, terdapat lampu dekoratif yang terbuat dari bambu. Atap lampu tersebut dibuat dari caping, memberikan nuansa unik dan khas. Area makan dibangun dengan gaya saung atau joglo, lengkap dengan ornamen lampu hias di atasnya. Suasana ini membuat pengunjung merasa seperti berada di tengah alam yang tenang dan nyaman.

Pengalaman Pertama Pengunjung

Putri Sukma, seorang pengunjung asal Tambun, mengaku baru pertama kali datang ke lokasi ini. Ia mengatakan bahwa ia diajak oleh ayahnya setelah melihat tayangan di TikTok.

“Ya, saya datang bersama bapak, ibu, dan adik. Saya tahu tentang tempat ini dari bapak setelah melihat TikTok,” kata Putri saat diwawancarai di lokasi.

Ia menyebutkan bahwa perjalanan jauh terbayar ketika mendatangi lokasi kuliner ini. Jalanan menuju wisata terlihat bersih dan rapi. Suasana di lokasi sangat nyaman karena berada di tengah alam pohon jati.

“Bagus suasana alamnya, saung bersih, dan jalanan ke sini juga bersih,” imbuhnya.

Putri memesan beberapa hidangan seperti sate maranggi, sop iga, jukut goreng, maupun bakwan jagung. Ia mengatakan bahwa harga terjangkau dan rasanya tidak kalah dengan Sate Maranggi di Purwakarta.

Keberadaan Wisata Kawung Tilu

Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, menjelaskan bahwa tempat ini menjadi lokasi kuliner Sate Maranggi pertama di wilayah timur Cikarang. Sate Maranggi Mbah Goen sudah berdiri sejak enam bulan lalu di Rest Area Mbah Goen di irigasi BKG 5 Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur.

Karena jumlah pengunjung semakin meningkat, maka Sate Maranggi Mbah Goen pun membuka cabang di Wisata Kawung Tilu.

“Jadi ini yang terbaru di Cikarang Timur, dan hadir Wisata Kawung Tilu yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Bekasi,” kata Hijaz saat diwawancarai.

Menurutnya, selain menawarkan rasa yang lezat, tempat ini juga menawarkan keindahan alam seperti pohon jati. Meskipun sate marangginya sama dengan yang lain, namun suasana alam dan keterlibatan masyarakat sekitar membuat tempat ini lebih istimewa.

“Sate Marangginya sama dengan yang lain, bedanya suasana alam tempatnya. Dan pekerjanya warga kampung kita dari ibu rumah tangga, wisata sehingga tercipta roda perekonomian,” jelas dia.

Menu Lengkap dan Fasilitas yang Menarik

Selain Sate Maranggi, menu yang paling laku adalah sop iga, ikan nila, dan gurame. Fasilitas di lokasi wisata kuliner ini terdapat belasan saung atau gazebo untuk pengunjung makan. Suasana dan menu khas Sunda tersaji dalam wisata kuliner ini.

“Kebetulan saung gazebo dengan kapasitas 200-300 pengunjung, ada playground dan outbond juga kita siapkan,” kata Hijaz.

Masuk Gratis dan Harga Terjangkau

Untuk masuk ke lokasi Wisata Kawung Tilu, masyarakat tidak perlu membayar tiket masuk. Masyarakat bebas masuk meskipun hanya berfoto saja tanpa memesan makanan. Tapi, rasanya rugi jika datang ke lokasi ini hanya untuk berfoto saja tanpa menikmati Sate Maranggi Mbah Goen.

Selain Sate Maranggi, tersedia juga sop iga, ikan gurame, ikan nila, cumi, ikan asin, jengkol, ayam bakar, pepes, jukut goreng maupun menu lainnya. Ada juga minuman segar berupa jus alpukat, jus melon, jus mangga, es jeruk maupun es teh manis.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 70.000. Harga Sate Maranggi Rp 3.000- Rp 4.000 per tusuk, sop iga Rp 25.000 per porsi, jengkol balado Rp 15.000, ikan nila Rp 20-25 ribu dan ikan gurame Rp 65-70 ribu.

Jam operasional buka Selasa-Kamis mulai pukul 10.30 WIB- 19.00 WIB. Lalu, Jumat buka pukul 13.00 WIB- 20.00 WIB dan Sabtu-Minggu buka pukul 10.30 WIB- 20.00 WIB, adapun hari Senin libur.