Kunjungan Panglima Kogabwilhan III ke Bandara Korowai Batu
Pada hari Senin (16/2), Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, melakukan kunjungan langsung ke Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Kunjungan ini dilakukan setelah terjadi peristiwa penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat milik maskapai Smart Air beberapa hari sebelumnya.
Selain Panglima Kogabwilhan III, dalam kunjungan tersebut juga turut serta Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III, Marsekal Muda TNI Azhar Aditama. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat komponen Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan memastikan kembali berjalannya operasional penerbangan di wilayah Papua.
Upaya Pemulihan Konektivitas Udara
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan konektivitas udara atau yang dikenal sebagai jembatan udara di wilayah Papua. Ia menjelaskan bahwa situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya pulih akibat gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dalam pelaksanaan penerbangan menuju lokasi, pesawat yang digunakan sempat melakukan manuver sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan aman. Hal ini menunjukkan adanya ancaman yang tetap ada di wilayah tersebut.
Penguatan Keamanan di Bandara Korowai
Untuk memastikan keamanan di sekitar bandara, pihak TNI-Polri telah melakukan penebalan pasukan Korpasgat. Di lokasi juga telah ditempatkan personel Pasukan Rajawali serta unsur Brimob dari Satgas Operasi Damai Cartenz. Tujuan dari penguatan ini adalah untuk menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut.
Bandara Korowai Batu memiliki peran strategis sebagai penghubung antara wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional bandara ini.
Pengungsian Personel Bandara dan Fungsi Sementara
Pasca insiden penembakan pekan lalu, personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengamanan oleh aparat TNI-Polri.
Selain menjaga keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara dari unsur UPBU dan AirNav. Langkah ini dilakukan agar operasional bandara tetap dapat berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
Kesimpulan
Kunjungan Panglima Kogabwilhan III ke Bandara Korowai Batu menunjukkan komitmen pemerintah dan TNI dalam menjaga keamanan serta kelancaran penerbangan di wilayah Papua. Dengan penguatan pasukan dan koordinasi yang baik antara TNI dan Polri, diharapkan situasi di wilayah tersebut dapat segera pulih dan kembali stabil.
