Gempa M5,5 Guncang Maluku, Tidak Ada Peringatan Tsunami



Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya gempa tektonik yang mengguncang wilayah Maluku Tenggara Barat, Maluku, pada hari Rabu, 18 Februari 2026, pukul 09.15.28 WIB.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M5,5. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,02° LS dan 131,37° BT, atau tepatnya berada di laut pada jarak 156 kilometer arah barat daya Maluku Tenggara, Maluku, dengan kedalaman 104 kilometer.

Menurut Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Rabu, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah. Hal ini disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III-IV MMI. Skala tersebut berarti gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah pada siang hari.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sampai pukul 09.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Informasi Penting tentang Gempa Bumi

  • Magnitudo: M5,5
  • Lokasi Episenter: 6,02° LS dan 131,37° BT
  • Jarak dari Maluku Tenggara: 156 kilometer arah barat daya
  • Kedalaman: 104 kilometer
  • Jenis Gempa: Gempa bumi menengah
  • Mekanisme Sumber: Pergerakan geser turun (oblique normal)
  • Intensitas Guncangan: III-IV MMI
  • Potensi Tsunami: Tidak ada

Faktor Penyebab Gempa Bumi

Gempa bumi yang terjadi disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda. Pergerakan lempeng ini sering kali menjadi penyebab gempa bumi di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Pemantauan dan Analisis BMKG

BMKG melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas gempa bumi susulan. Sampai saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda gempa bumi lanjutan.

Kesimpulan

Gempa bumi yang terjadi di Maluku Tenggara Barat tidak menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan. Selain itu, tidak ada ancaman tsunami yang muncul akibat gempa bumi ini. BMKG terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.