Wilayah Priangan Timur Diguncang Gempa Tektonik
Pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026, pukul 01.00 WIB, wilayah Priangan Timur diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 4,8. Gempa ini dirasakan oleh warga di beberapa daerah seperti Pangandaran hingga Kabupaten Bandung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan gempa terasa secara luas.
Pusat sumber gempa atau episenter berada pada koordinat 8,53 derajat Lintang Selatan dan 108,13 derajat Bujur Timur. Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, lokasi gempa berada di laut, sekitar 100 kilometer arah barat Kabupaten Pangandaran. Gempa ini memiliki kedalaman 39 kilometer, sehingga termasuk gempa dangkal.
Menurut BMKG, penyebab gempa tersebut adalah aktivitas penunjaman lempeng bumi. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai adanya tsunami akibat gempa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa gempa kali ini tidak menyebabkan dampak yang lebih parah.
Tingkat Intensitas Gempa
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG dan laporan masyarakat, gempa menimbulkan guncangan yang dirasakan warga di wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya dengan Skala Intensitas III MMI. Pada skala ini, guncangan gempa dirasakan di dalam rumah seakan ada truk yang melintas.
Di Garut, tingkat guncangan gempa dirasakan dengan skala intensitas II – III MMI. Pada skala ini, guncangan mulai dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga terasa di dalam rumah.
Getaran gempa juga merambat sampai ke Ciamis dan Kabupaten Bandung dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini, guncangan hanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Tidak Ada Kerusakan Bangunan
Sejauh ini, BMKG melaporkan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa bumi tersebut. Dari hasil pemantauan hingga pukul 01.38 WIB, nihil aktivitas gempa susulan. Hal ini menunjukkan bahwa gempa kali ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan.
Kesimpulan
Gempa tektonik dengan magnitudo 4,8 yang terjadi di wilayah Priangan Timur pada tanggal 18 Februari 2026, merupakan peristiwa alam yang cukup kuat namun tidak menyebabkan kerusakan besar. Meskipun gempa terasa di berbagai wilayah, tidak ada laporan tentang korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. BMKG terus memantau situasi untuk memastikan keamanan masyarakat dan memberikan informasi terkini jika diperlukan.
