7 fakta menarik tentang cicada, serangga berisik kecil

Fakta Menarik tentang Cicada

Cicada adalah salah satu spesies serangga yang mungkin tidak terlalu dikenal oleh banyak orang. Meskipun secara fisik tampak biasa saja, cicada memiliki berbagai sifat unik yang membuatnya menarik untuk diketahui. Dari usia hidup yang panjang hingga kemampuan menghasilkan suara yang keras, cicada memiliki banyak hal yang patut dipertimbangkan. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang cicada.

1. Cicada Mempunyai Usia Terpanjang di Antara Serangga

Salah satu fakta menarik tentang cicada adalah bahwa mereka bisa hidup hingga 17 tahun. Ini membuat cicada menjadi salah satu serangga dengan usia hidup terpanjang dibandingkan dengan sebagian besar serangga lainnya yang hanya hidup beberapa bulan. Sepanjang hidupnya, cicada menjalani sebagian besar waktu dalam tahap larva sebelum akhirnya berkembang menjadi dewasa.

2. Hidup Sebagian Besar Waktu di Bawah Tanah

Cicada menetas dari telur yang diletakkan di celah-celah pohon dan langsung jatuh ke tanah. Setelah menetas, cicada akan menggali hingga kedalaman hingga 30 cm dan tinggal di bawah tanah selama sekitar 17 tahun. Selama masa ini, mereka melalui lima siklus pertumbuhan. Namun, banyak dari mereka mati pada tahap awal karena persaingan makanan dan ruang.

Setelah 13 atau 17 tahun, cicada akan kembali ke permukaan. Di sana, nimfa akan memanjat pohon dan berubah menjadi cicada dewasa bersayap.

3. Menghasilkan Suara yang Sangat Keras

Cicada jantan memiliki kemampuan untuk menghasilkan suara yang sangat keras. Mereka menggunakan sayap dan organ khusus bernama tymbal untuk menciptakan suara. Suara ini digunakan untuk menarik pasangan dan mengusir pemangsa. Suara cicada bisa mencapai 120 desibel, setara dengan suara gergaji mesin, dan dapat didengar hingga jarak 1,6 km. Kadang, cicada juga berkumpul dalam koloni dan menghasilkan suara yang sangat keras.

4. Sayap Cicada Memiliki Kemampuan Anti-Bakteri

Beberapa spesies cicada memiliki sayap yang mampu membunuh bakteri. Lapisan paku skala nano pada sayap cicada mampu merobek membran sel bakteri yang lunak. Selain itu, lapisan ini juga membuat sayap tetap kering dengan menolak air. Kemampuan ini menarik perhatian para ilmuwan karena bisa menjadi alternatif untuk menghancurkan mikroba tanpa menggunakan antibiotik kimia.

5. Betina Cicada Bisa Menghasilkan Hingga 600 Telur

Saat bertelur, cicada betina dapat menghasilkan antara 400 hingga 600 telur. Ia menggunakan ovipositor untuk membuat kantong di ranting pohon dan menempatkan sekitar 25 telur di setiap kantong. Spesies pohon seperti hickory, oak, dan pohon penghasil buah sering menjadi tempat bertelur cicada.

6. Mendapatkan Nutrisi dari Pohon

Larva cicada menghabiskan waktu hingga 17 tahun di bawah tanah untuk menyedot cairan dari akar pohon. Mereka menggunakan mulut berbentuk seperti jerami untuk mengambil xilem, jaringan yang mengalirkan air dan mineral dari akar. Karena xilem sebagian besar terdiri dari air, larva cicada kurang mendapatkan nutrisi yang cukup, yang mungkin menjadi alasan pertumbuhan yang lambat.

7. Cicada Banyak Dikonsumsi oleh Manusia

Di beberapa daerah, cicada sering dikonsumsi oleh manusia. Rasanya disebut mirip dengan udang, asparagus, atau kacang. Namun, ada risiko karena cicada mungkin mengandung merkuri dalam kadar tinggi dan dapat menyebabkan reaksi alergi. Konsumsi cicada secara masif juga bisa mengancam populasi mereka di alam.