Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2026 Tetap Berlangsung Sesuai Rencana
Meski terjadi konflik di kawasan Timur Tengah, pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia (RI), Faisal Abdullah Al Amoudi, yang menyatakan bahwa situasi di Arab Saudi relatif aman dan stabil.
Kondisi di Kawasan Timur Tengah
Kawasan Timur Tengah masih mengalami gejolak akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah haji. Menurut Faisal, pihaknya telah memastikan bahwa semua persiapan untuk ibadah haji berjalan lancar. Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, situasi di Arab Saudi dalam keadaan aman dan stabil.
“Sebagaimana yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu bahwa Arab Saudi sampai saat ini, alhamdulillah kita dalam keadaan aman, dalam keadaan stabil,” kata Faisal Abdullah Al Amoudi melalui penerjemah di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan bahwa jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia tidak mengalami perubahan. Persiapan pemerintah telah mencapai 100 persen dan akan dimulai pada 22 April 2026 mendatang.
“Hingga pukul 09.00 WIB hari ini tidak ada perubahan jadwal. Kita berharap hingga pemberangkatan tanggal 22 tetap tidak ada perubahan,” ujar Irfan di Surabaya, Selasa (24/3/2026).
Pemerintah telah mempersiapkan berbagai aspek, termasuk penginapan, transportasi, dan katering. Selain itu, dukungan pendanaan juga tidak mengalami kendala sejauh ini.
Irfan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi secara berkala untuk memperbarui situasi terkini di Tanah Suci. Sampai saat ini, mereka menyampaikan bahwa tidak ada perubahan jadwal.
Apabila terjadi perubahan jadwal keberangkatan haji, Irfan mengaku telah mempersiapkan skenario antisipasi agar keberangkatan jemaah tetap lancar hingga pulang ke Tanah Air.
Rencana Perjalanan Haji 2026
Berdasarkan informasi dari bpkh.go.id, berikut adalah rencana perjalanan haji 2026:
- 21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H) – Jemaah haji masuk asrama haji.
- 22 April – 6 Mei 2026 (5–19 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 1 dari Tanah Air ke Madinah.
- 1 – 15 Mei 2026 (14–28 Dzulqaidah 1447 H) – Keberangkatan Gelombang 1 dari Tanah Air ke Madinah.
- 7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Tanah Air ke Jeddah.
- 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 H) – Closing date keberangkatan (pukul 24.00 WAS).
- 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) – Wukuf di Arafah.
- 27 – 29 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H) – Hari Tasyrik (Nafar Awal, Nafar Tsani).
- 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) – Iduladha 1447 H.
- 1 – 15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan Jemaah Gelombang 1 ke Tanah Air.
- 7 – 30 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan Jemaah Gelombang 2 ke Tanah Air.
- 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di Tanah Air.
- 16 Juni – 1 Juli 2026 (1–16 Muharram 1448 H) – Kedatangan jemaah haji gelombang 2 di Tanah Air.
- 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H) – Tahun Baru Hijriyah 1448.

