Kecelakaan Maut di Bengkulu Tengah dan Batang
Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan pengantin di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, terjadi pada hari Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil jenis Mitsubishi L300 yang membawa rombongan pengantar pengantin mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang di Desa Layang Lekat, Kecamatan Pagar Jati.
Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan penghubung antara Desa Sekayun dan Desa Layang Lekat, yang dikenal memiliki medan berkelok serta berada di kawasan perbukitan. Dua orang penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Korban diketahui bernama Ansori bin Cikman dan Abai, warga Desa Bang Haji.
Anggota DPRD Bengkulu Tengah, Jon Karnedi, membenarkan kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu korban merupakan kakak kandungnya. “Kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil tersebut membawa rombongan untuk mengantar pengantin,” ujar Jon Karnedi.
Menurutnya, jumlah penumpang dalam kendaraan tersebut diperkirakan sekitar 10 orang. Namun, hingga kini belum ada data pasti terkait jumlah keseluruhan korban luka maupun kondisi penumpang lainnya. Kecelakaan terjadi saat rombongan tengah dalam perjalanan menuju lokasi acara pernikahan. Diduga kendaraan kehilangan kendali saat melintasi jalan yang berkelok, hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Usai kejadian, warga sekitar bersama keluarga korban segera melakukan evakuasi. Para korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, kendaraan yang terjatuh ke jurang berhasil dievakuasi secara gotong royong oleh warga menggunakan tali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan serta mendata jumlah korban secara lengkap.
Kecelakaan Rombongan Warok di Batang
Di lokasi lain, kecelakaan lalu lintas juga menimpa rombongan warok Wahyu Cipto Budoyo (WCB) asal Kabupaten Temanggung. Rombongan mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Minibus yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam sekitar 20 meter, Sabtu (28/3/2026) pukul 18.30 WIB di ruas jalan Dukuh Bakalan, Desa Sidoharjo. Namun, kejadian itu baru dilaporkan ke pihak kepolisian beberapa jam kemudian, yakni sekitar pukul 22.10 WIB.
Menurut Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, kecelakaan ini hanya melibatkan satu kendaraan minibus bernomor polisi AA 7218 HE. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden tersebut.
Kecelakaan bermula saat kendaraan yang dikemudikan Man bin Slamet (48) melaju dari arah utara ke selatan. Saat melewati jalan menanjak dan menikung, mesin kendaraan tiba-tiba mati, sehingga mobil mundur dan akhirnya terperosok ke jurang.
Meski seluruh penumpang selamat, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp5 juta. Rombongan tersebut diketahui hendak menuju Desa Mojotengah untuk pentas kesenian, dan setelah kejadian, mereka tetap melanjutkan perjalanan.
Penyebab Kecelakaan yang Masih Dikaji
Baik kecelakaan di Bengkulu Tengah maupun di Batang, kedua kejadian tersebut diduga disebabkan oleh faktor medan jalan yang berkelok dan berbahaya. Di Bengkulu Tengah, jalan yang digunakan rombongan pengantin memiliki medan perbukitan dengan banyak tikungan tajam. Sementara di Batang, kecelakaan terjadi karena mesin kendaraan tiba-tiba mati, menyebabkan mobil mundur dan terjatuh ke jurang.
Penyebab pasti dari kedua kecelakaan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Mereka akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut berkontribusi dalam kejadian tersebut.
Langkah Pencegahan dan Kesadaran Berkendara
Kedua kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam berkendara, terutama di daerah dengan medan berbahaya. Pengemudi harus memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan, terutama jika harus melewati jalur yang sempit atau berkelok.
Selain itu, penting untuk menjaga kecepatan dan kewaspadaan saat melintasi area yang tidak familiar. Kesadaran akan keselamatan berkendara dapat mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.
