Pertumbuhan Serapan Tenaga Kerja PMA di Jabar, Bekasi-Bogor Jadi Penopang Utama

Realisasi Investasi Jawa Barat Membawa Dampak Positif pada Penyerapan Tenaga Kerja

Realisasi investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat mencatat bahwa total tenaga kerja yang terserap dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai lebih dari 114 ribu orang.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan bahwa peningkatan serapan tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Secara khusus, dari sisi PMA, penyerapan tenaga kerja mencapai 50.108 orang atau meningkat sebanyak 11.022 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara dari PMDN, tenaga kerja yang terserap mencapai 64.730 orang atau naik 12.734 orang,” jelas Dedi Taufik, Senin (4/5/2026).

Sektor Industri Pengolahan Dominasi Penyerapan Tenaga Kerja

Sektor industri pengolahan menjadi motor utama dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. Dalam investasi PMA, sektor ini menyerap sekitar 34.556 tenaga kerja, yang merupakan 68,96% dari total tenaga kerja PMA.

“Sektor industri pengolahan masih mendominasi karena sifatnya padat karya dan menjadi tulang punggung industri di Jawa Barat,” tambah Dedi.

Kabupaten Bekasi Jadi Wilayah dengan Penyerapan Tenaga Kerja PMA Terbesar

Secara wilayah, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja PMA terbesar. Dalam triwulan pertama tahun 2026, kabupaten ini mencatat sebanyak 13.179 orang yang terserap, atau sekitar 26,30%.

Faktor utama tingginya penyerapan tenaga kerja di wilayah ini adalah kawasan industri yang terintegrasi serta infrastruktur yang memadai.

Di sisi lain, untuk PMDN, penyerapan tenaga kerja terbesar berada di Kabupaten Bogor dengan jumlah sebanyak 9.630 orang atau 14,88%.

Dedi mengatakan bahwa pertumbuhan kawasan industri baru dan sektor penunjang menjadi pendorong tingginya penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.

Kualitas Investasi Menjadi Fokus Utama

Menurut Dedi, meskipun realisasi investasi PMDN secara nilai mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun dari sisi tenaga kerja justru menunjukkan tren positif.

“Ini menandakan bahwa investasi yang masuk semakin berkualitas karena mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak, meskipun nilai investasinya tidak sebesar sebelumnya,” ujarnya.

Strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor-sektor produktif.

“Kami fokus pada investasi yang tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang kerja,” pungkas Dedi Taufik.